ABRI DIMINTA JAGA HASIL PEMBANGUNAN AGAR TAK MUNDUR

ABRI DIMINTA JAGA HASIL PEMBANGUNAN AGAR TAK MUNDUR

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta seluruh jajaran ABRI agar bersama masyarakat menjaga hasil pembangunan yang diperoleh dengan susah payah supaya tidak terjadi kemunduran yang justru bisa merugikan bangsa Indonesia sendiri.

Permintaan itu disampaikan Kepala Negara di Tapos, Bogor, Minggu, ketika menerirna peserta Rapat Pirnpinan ABRI, kata Kepala Puspen Mabes ABRI Brigjen TNI Nurhadi Purwosaputro kepada wartawan seusai pertemuan itu. Para perwira tinggi ini diantar Menteri Hankam LB Moerdani dan Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno.

Kepala Negara mengatakan, bangsa Indonesia telah mencurahkan tenaga, waktu, serta dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang. Karena itu, hasil pembangunan semua sektor harus dipertahankan dan ditingkatkan, kata Presiden.

Menurut Nurhadi, dalam pertemuan itu, Presiden juga mengemukakan tugas­ tugas penting yang harus dilaksanakan Indonesia pada forum internasional dalam waktu dekat.

Presiden menyebutkan, pertemuan itu antara lain sidang kelompok negara berkembang yang lebih dikenal sebagai G-15 di Venezuela beberapa bulan yang akan datang serta KTT ASEAN di Singapura awal tahun 1992.

Presiden juga minta prajurit ABRI menciptakan stabilitas nasional yang dinamis terutama untuk menyukseskan Pemilihan Umum tahun 1992 serta KTT Gerakan Non­ Blok di Jakarta, September 1992. Pertemuan internasional ini mencerminkan kepercayaan dunia pada bangsa Indonesia.

Presiden juga mengulang pernyataannya pada berbagai kesempatan bahwa pembangunan yang dilaksanakan masyarakat bersama pemerintah mencakup semua bidang kehidupan termasuk politik.

“Jangan timbul kesan bahwa pembangunan itu hanya berlangsung pada bidang ekonomi,” kata Nurhadi mengutip ucapan Presiden.

Kemudian Presiden mengajak para perwira ABRI itu melihat kegiatan di peternakan tersebut. Tidak seperti pertemuan lain di Tapos, acara ini tertutup bagi wartawan. (SA)

 

Sumber : ANTARA (29/09/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 525-526.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.