ABILIO: PEMBEBASAN XANANA TERGANTUNG PRESIDEN

ABILIO: PEMBEBASAN XANANA TERGANTUNG PRESIDEN[1]

 

Dili, Antara

Gubernur Timor-Timor (Timtim)  Abilio Jose Osorio Soares mengatakan bahwa pembebasan gernbong Fretelin Xanana Gusmao yang kini meringkuk di LP Cipinang selama 20 tahun itu tergantung Presiden Soeharto.

“Masalah pembebasan Xanana Gusmao ini tergantung kebijakan dan terserah Presiden Suharto apakah akan dibebaskan atau tidak, yang jelas Xanana sudah diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.” katanya di Dili, Selasa.

Gubernur mengutarakan hal itu menanggapi permintaan Presiden Afrika Selatan (Msel) Nelson Mandela ketika mengadakan kunjungan ke Indonesia belum lama ini seperti yang diberitakan surat kabar Lisabon (26/7) agar tahanan politik Xanana Gusmao dibebaskan.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, diterima tidaknya permintaan Mandela tersebut tergantung Presiden. Namun demikian, Gubernur mengingatkan agar dalam menanggapi informasi dari luar negeri itu dilakukan hati-hati, tidak semua informasi “ditelan” mentah-mentah sehingga tidak tahu benar tidaknya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPRD Tingkat I Armin do Soares Mariano bahwa permintaan Mandela untuk membebaskan Xanana tersebutjuga tergantung dari Presiden Suharto.

“Permintaan pembebasan Xanana itu haknya Mandela, tapi apakah diterima atau tidak itu terserah Presiden. Namun, pemerintah Indonesia juga memiliki hukum.Dan Xanana itu sudah diproses sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.” katanya menambahkan.

Ia mengatakan, permintaan pembebasan Xanana itu bukan untuk yang pertama kalinya tetapi sudah berulang kali khususnya dari kalangan luar negeri.

“Indonesia ini negara yang berdaulat dan memiliki hukum sendiri sehingga apapun yang kita lakukan itu harus berdasarkan hukum dan ada aturan mainnya termasuk permintaan Mandela untuk membebaskan Xanana.” ujarnya.

Menanggapi tujuan permintaan Mandela tersebut baik Gubernur Abilio maupun Armindo mengatakan, masih belum jelas, namun diyakininya hal itu merupakan upaya Mandela membantu Sekjen PBB Kofi Annan dalam upayanya mempercepat penyelesaian Timtim di forum internasional.

“Saya yakin permintaan Mandela ini tidak ada tujuan lain kecuali ingin membantu mempercepat penyelesaian masalah Timtim ini di forum internasional yang dinilainya berlarut-larut.” demikian Armindo.

 

 

Upaya Menjembatani

Nelson Mandela, salah satu mantan tahanan politik paling terkenal di dunia, meminta pemerintah Indonesia untuk membebaskan Xanana Gusmao, yang kini tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara karena terbukti berbuat makar terhadap pemerintah Indonesia.

Nelson Mandela, yang kini menjadi Presiden Afrika Selatan, sebagaimana dikutip oleh media massa Portugal, kini tengah melakukan upaya untuk menjembatani dialog antara pemerintah Portugal, bekas penjajah Timtim, dengan pemerintah Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Indonesia baru-baru ini, Nelson Mandela mengadakan pertemuan dan makan malam dengan pemimpin GPK Fretilin Xanana Gusmao selama hampir dua jam di suatu tempat di luar LP Cipinang, tempat Xanana selama ini menjalani masa hukumannya.

Ada kesepakatan waktu itu bahwa isi pertemuan Mandela dengan Xanana tersebut tidak dibuka secara luas, termasuk kepada pers. Dengan adanya pernyataan dari Mandela tersebut muncul spekulasi yang berkembang bahwa masalah pembebasan Xanana itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan itu.

Kantor berita AFP memberitakan bahwa Mandela hari Jumat pekan lalu mengadakan pertemuan dengan Ramos Horta, pimpinan GPK Fretilin di luar negeri, sebagai bagian dari iniasiatif baru Sekjen PBB Kofi Annan untuk menyelesaikan masalah Timtim.

 

Bertemu Utusan PBB

Dari Markas PBB dilaporkan bahwa Sekjen Kofi Annan mengirim Jamsheed Marker, utusan khusus PBB untuk penyelesaian masalah Timtim, ke Afrika Selatan untuk berbicara dengan Mandela.

Juru bicara PBB Fred Eckhard mengatakan, Jamsheed Marker akan segera ke Afrika Selatan untuk menindak-lanjuti langkah Mandela yang telah menemui pimpinan  GPK Fretilin Xanana Gusmao.

“Mandela telah  menjelaskan secara singkat pertemuannya dengan Xanana Gusmao kepada Kofi Annan dan Sekjen PBB itu menyambut baik langkah dan upaya yang dilakukan Presiden Afrika Selatan.” kata Eckhard.

PBB mensponsori dialog antara Portugal dan Indonesia untuk menyelesaikan masalah Timtim. Dialog pertama Indonesia-Portugal dibawah naungan Sekjen PBB berlangsung bulan lalu dan berhasil menyepakati sejumlah agenda pembicaraan. Kedua belah pihak diharapkan akan bisa menyelesaikan masalah subtanstif pekan depan.

Sementara itu, dari Lisabon, kantor berita Reuter melaporkan bahwa Presiden Portugal Jorge Sampaio akan bertemu dengan Nelson Mandela di Pretoria hari Rabu untuk membicarakan masalah Timtim, bekas jajahan Portugal yang sudah bergabung dengan Republik Indonesia.

Pertemuan itu merupakan langkah Mandela untuk mempercepat terciptanya kesepakatan antara Portugal, bekas penjajah Timtim, dan Indonesia mengenai masalah Timtim. Mandela juga untuk keperluan tersebut Mandela juga mengundang Uskup Diosis Dili Carlos Xirnenes Belo untuk datang ke Afrika Selatan.

 

Belo Menolak

Namun Uskup Belo dengan tegas menyatakan bahwa ia menolak undangan untuk datang ke Afrika Selatan untuk bertemu dengan Presiden Nelson Mandela.

“Itu hanya buang-buang waktu saja.” ujar Belo seperti diberitakan kantor berita AFP yang mengutip wawancara Uskup Diosis Dili itu dengan radio pemerintah Portugal akhir pekan lalu.

“Saya punya banyak pekerjaan dan sibuk sekali di Dili, sehingga tak punya waktu untuk bepergian keliling dunia. Akan lebih baik bagi Mandela untuk bicara dengan para politisi,khususnya dengan pejabat militer Indonesia (daripada dengan saya).”katanya menambahkan.

Meskipun demikian,Belo menilai bahwa pertemuan Mandela dengan pimpinan  GPK Fretilin Xanana Gusmao sewaktu Presiden Afrika Selatan itu berkunjung ke Indonesia baru-baru ini, sebagai

“suatu langkah atau peristiwa yang positif .”

(Uu.DN-03/DLI-002/MTR -003/DN04/29/07/97/16:26/0K01/B)

Sumber: ANTARA (29/07/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 504-507.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.