8 Kali Menjadi Panglima

8 Kali Menjadi Panglima[1]

 

SEJAK menjadi Panglima TT IV Diponegoro hingga sebagai Panglima Tertinggi, ternyata Soeharto memangku jabatan sebagai Panglima sebanyak delapan kali dan dapat dipastikan hanya satu-satunya dalam sejarah TNI, seorang prajurit mengemban tugas atau menjabat sebagai Panglima sebanyak delapan (8) kali.

Adapun jabatan Soeharto sebagai Panglima adalah berikut:

  1. PANGLIMA Tentara Teritorium IV Diponogoro (1955)
  2. PANGLIMA Korp Tentara I Caduad (1961)
  3. PANGLIMA Komando Pertahanan Udara Angkatan Darat (1961)
  4. PANGLIMA Komando Mandala (1962)
  5. PANGLIMA Komando Strategis Angkatan Darat (1963)
  6. PANGLIMA Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (1965)
  7. PANGLIMA Angkatan Darat (1965)
  8. PANGLIMA Tertinggi (1968)

Mengenai jabatan Soeharto sebagai Panglima seba- nyak delapan kali, dapat dibandingkan dengan tokoh TNI lainnya seperti;

Jenderal Ahmad Yani. Ia hanya mengalami satu kali sebagai Panglima yaitu Menteri Panglima Angkatan Darat, sama dengan Jenderal Benny Murdani, yang juga hanya satu kali yaitu sebagai Panglima ABRI.

Jenderal Soedirman sebagai Bapak Tentara Nasional Indonesia, mengalami dua kali jabatan sebagai Panglima yaitu; Panglima Divisi V dan Panglima Besar.

Sedangkan Jenderal Nasution yang oleh Ali Sadikin disebut sebagai Bapak Angkatan Darat, juga hanya memangku jabatan sebagai Panglima sebanyak dua kali yaitu; Panglima Siliwangi dan Panglima Komando Jawa.

Jenderal M Yusuf, tiga kali menjadi Panglima yaitu; Panglima Kodam Sulawesi Selatan, Panglima Kodam Hasannudin, dan Panglima ABRI.

Juga Jenderal Tri Sutrisno, tiga kali menjadi Panglima yaitu; Panglima Kodam Sriwijaya, Panglima Kodam Jaya, dan Panglima ABRI.

Sedangkan Letnan Jenderal Himawan Sutanto pernah menjadi Panglima sebanyak lima kali (benar-benar Panglima sejati) yaitu; Panglima Sriwijaya, Panglima Siliwangi, Panglima Kostrad, Panglima Kostranas, Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) III.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 84-86.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.