62 Liurai TIMTIM IKUT MENYAMBUT PRESIDEN

62 Liurai TIMTIM IKUT MENYAMBUT PRESIDEN[1]

 

Dili, Suara Karya

Sebanyak 62 Liurai (Raja) Timtim yang berasal dari 62 kecamatan yang ada di daerah itu selain akan ikut menyambut juga mengikuti dialog dengan Presiden Soeharto selama Kepala Negara mengadakan kunjungannya di propinsi itu, Selasa (15/10).

“Para Liurai tersebut awal Agustus 1994 pernah diterima Presiden Soeharto di Istana Negara Jakarta dan menerima bendera Merah Putih.” kata Kabag Publikasi dan Penerangan Biro Humas Pemda Tk I Timtim Drs. Expedito Dias Ximenes di Dili, Senin.

Selain itu, katanya, sebanyak 2.300 masyarakat Timtim dan perwakilan warga dari 23 desa yang ada di Kabupaten Dili akan mengadakan dialog dengan Presiden di halaman kantor Gubernur setempat.

Dijadwalkan Presiden setelah mengadakan kunjungan kerja di Kupang (NTT) akan tiba di Dili pukul 09:30 WITA dan setelah beristirahat di Bandara Comoro, sekitar delapan kilometer dari jantung Kota Dili selama 25 menit akan menuju halaman kantor Gubernur untuk mengadakan tatap muka dengan warga setempat dan meresmikan sebanyak delapan proyek pembangunan.

Proyek pembangunan senilai Rp.90 milyar yang diresmikan Presiden tersebut antara lain JL.Ibu Tien Soeharto, JL.Mata Ain-Dili-Lospalos, Irigasi Loes dan empat jembatan yakni jembatan Laclo Selatah, Nunura, Pires, Aiassa dan Patung Kristus Raja.

Usai menandatangani prasasti proyek tersebut, Presiden akan meninjau papan panel visualisasi proyek itu yang berada di sebelah kiri panggung utama dengan tata artistik atap bangunan daun palma dan tiang penyangga batang pohon lontar serta dindingnya dari bebak.

Bapak Integrasi

Presiden Soeharto yang dijadwalkan berada di Timtim selama tiga jam sekaligus akan menerima penganugerahan gelar Bapak Integrasi dari masyarakat setempat yang diwakili oleh Ketua DPRD Tk I Antonio Fretias Parada.

Pada pemberian gelar tersebut Ketua DPRD akan menyerahkan seperangkat alat adat berupa kain tenun tais, kaebau, surik, belak dan ikat pinggang lais.

Alat-alat adat itu dimasukkan dalam sebuah kotak berukir dari kayu cendana, ujarnya.

Sebelum anugerah Bapak Integrasi diberikan kepada Presiden Soeharto akan diawali dengan sebuah narasi pantun berbahasa daerah. Pantun yang dilantunkan oleh Pemilik Kebudayaan Dinas P dan K Tk I Timtim, Eugenio Sarmento, yang diiringi dengan musik khas Timtim, Lakado.

Dengan mengendarai helikopter Presiden selama 10 menit meninjau Patung Kristus Raja yang terletak di Tanjung Faturcama, sembilan kilometer dari Kota Dili.

Kunjungan kerja Presiden di daerah ini juga akan disertai Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. P Sambi, Kardinal Indonesia Mgr Yulius Darmoatmodjo SJ, para uskup dari Manado, Medan, Tanjung Karang, Padang dan Denpasar.

Turut hadir pada kesempatan kunjungan Presiden di daerah ini Uskup Diosis Dili Mgr Carlos Filipe Ximenes Belo SDB yang baru diumumkan meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Sumber : SUARA KARYA (15/10/1996)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 196-197.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.