FKP AKAN MENERIMA SECARA BULAT PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN

FKP AKAN MENERIMA SECARA BULAT PERTANGGUNGJAWABAN PRESIDEN[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Rapat pleno Fraksi Karya Pembangunan (FKP) MPR-RI di Grahakarana, Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, semalam, berhasil menyiapkan naskah akhir pemandangan umum GBHN dan Non-GBHN yang akan dibawa ke rapat paripurna VIMPR-RI, Selasa, pagi ini (3/3). Ketua FKPMPR Ginandjar Kartasasmita kepada pers sesudah memimpin rapat tersebut menegaskan, FKP akan menerima secara bulat seluruh pertanggungjawaban Presiden yang disampaikan dalam sidang paripurna V MPR-RI, Minggu (1/3).

“Pak Harto selama kurun 1993-1998 beliau sudah menyampaikan berkali-kali perkembangan pembangunan negeri ini. Itu sudah kami pelajari. Hasilnya, FKP berkesimpulan Presiden/Mandataris MPR periode 1993-1998 sudah melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh majelis kepada beliau,” kata Ginandjar menandaskan. Pidato pertanggungjawaban yang disampaikan Presiden itu membulatkan dan menambah keyakinan FKP mengenai sikap tersebut.

Menurut Ginandjar, naskah akhir pemandangan umum tersebut merupakan hasil pembahasan intensif yang melibatkan seluruh anggota fraksi.

“Semua ikut terlibat, berhak mengajukan saran, perkembangan, pandangan, dan pendapat. Semua ditampung, diperhatikan, dibahas dan dimusyawarahkan,” katanya.

Sementara rapat pleno Fraksi Urusan Daerah (FUD) yang dipimpin Ketua FUD Hasan Basri Durin, Senin (2/3), telah selesai menyiapkan materi-materi yang sama FUD telah selesai menyiapkan pemandangan umum yang menyangkut GBHN dan Non-GBHN. Pemandangan umum FUD akan bercirikan kepentingan daerah, misalnya masalah otonomi daerah dan investasi, serta pemerataan pembangunan.

Bahkan, demikian Durin, FUD juga telah sepakat untuk menerima secara bulat pertanggung-jawaban Presiden yang disampaikan dalam sidang paripurna V majelis.

“FUD juga telah sepakat untuk mencalonkan kembali HM Soeharto sebagai Presiden RI periode 1998-2003, dan BJ Habibie sebagai Wakil Presiden 1998-2003,” kata Durin menjawab wartawan seusai rapat tersebut.

Fraksi ABRI MPR-Rl juga melakukan rapat pleno penyiapan naskah akhir pemandangan umum GBHN dan Non-GBHN yang akan di bawa dalam rapat paripurna VI MPR, pagi ini. Rapat tersebut dilakukan di Hotel Sari Pan Pasifik tempat menginap anggota FABRI MPR-RI selama mengikuti SU MPR.

Rapat Komisi C Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) yang berlangsung di ruang Wahana III, Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Senin membahas isi pidato pertanggungjawaban presiden. Dalam rapat itu, FPP menyoroti masalah krisis moneter dan menurunnya wibawa pemerintah serta kolusi dan korupsi yang sudah merajalela di tanah air.

“Sehingga dalam rapat ini lebih banyak membahas, atau berdiskusi mengenai masalah yang intinya soal menurutnya kepercayaan masyarakat, baik terhadap rupiah maupun lembaga keuangan, dan juga terhadap pemerintah,” kata Ketua FPP MPR Drs H Yusuf Syakir menjawab pertanyaan sehubungan berlangsungnya rapat Komisi FPP MPR Jakarta. Semetara rapat Komisi AFPP yang membahas materi GBHN dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya, tempat menginap para anggota FPP.

 

Calonkan Pak Harto

Yusuf Syakir mengatakan, belum bisa memastikan apakah fraksinya akan menerima isi pidato pertanggungjawaban presiden.

“Karena rapat belum sampai membahas masalah tersebut. Tapi yang perlu saudara ketahui bahwa PPP tetap mencalonkan Haji Muhammad Soeharto sebagai presiden dan BJ Habibie sebagai wakil presiden,” ujarnya. Dikemukakan, meski mencalonkan Pak Harto, PPP tetap akan mengkritik secara keras kebijakan selama lima tahun terakhir ini yang dirasa kurang pas.

Sedangkan Fraksi PDI (FPDI) menyatakan, akan membongkar berbagai masalah yang sudah digodog oleh Panitia Ad Hoc I dan II Badan Pekerja (BP), karena esensi dari Sidang Umum (SU) MPR adalah pembahasan masalah di setiap Komisi. Masalah yang menjadi ganjalan FPDI itu, terkait dengan reformasi politik, tentang ikut sertanya orsospol dalam penyelenggaraan Pemilu mulai dari pendaftaran pemilih, KPPS sampai ke perhitungan suara. (Tim SK)

Sumber: SUARA KARYA (03/03/1998)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 161-163.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.