DELAPAN NEGARA MINATI N-250

DELAPAN NEGARA MINATI N-250[1]

 

Bandung, Antara

Hingga sekarang sudah delapan negara yaitu Turki, Argentina, Amerika Serikat, Pakistan, Kolombia, Arab Saudi, Swedia dan Burkina Faso yang menyatakan berminat membeli pesawat terbang N-250 berteknologi “fly-by-wire” buatan PT. IPTN.

Menurut Humas PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) kepada pers di Bandung, baru-baru ini, Pakistan telah mengajukan pesanan sebanyak 15 unit, Kolombia empat unit, Swedia 12 unit, sementara empat negara lainnya masih dalam taraf menaruh minat.

Turki, misalnya, menyatakan berhasrat membeli dalam jumlah besar, tetapi Negara tersebut minta dibolehkan merakit sendiri sebagian dari yang dibelinya.

Wakil Direktur Komersial PT. IPTN, Ir. Heru Santoso, menjelaskan bahwa proposal IPTN bagi kemungkinan perakitan N-250 di Turki telah dikirimkan dan IPTN kini sedang menunggu tanggapan dari calon mitra dari Timur Tengah itu.

Sebagai tindak lanjut hasil kunjungan Perdana Menteri Turki Necmettin Erbakan ke IPTN beberapa waktu silam, IPTN mengadakan kerjasama studi kelayakan pasar Turki guna merealisasikan kemungkinan memberikan lisensi kepada Turki untuk melakukan perakitan N-250.

Turki, kata Hem, sudah membeli 52 pesawat CN-235 produk bersama PT. IPTN dan Cassa Spanyol.

Setelah dua pesawat CN-235 dikirim utuh ke Turk:i, selanjutnya yang 50 unit lainnya dirakit sendiri karena Turki sudah mempunyai “Turkish Aircraft Industry”.

Dari pengalaman dan adanya fasilitas seperti itu, kata Hem, terbuka lebar kemungkinan IPTN memberikan lisensi kepada Turk:i untuk membeli N-250 secara “off-set” (imbal beli).

Pasar negara-negara sekarang cenderung memakai sistem “counter trade”, “leasing”,  “trade in”, “off-set”, “counter purchase” dan IPTN  harus  pula  aktif memanfaatkannya untuk ekspansi usaha, kata Hem.

Selain Turki, negara yang berminat membeli N-250 dengan sistem imbal-beli ialah Argentina sebagaimana dikemukakan oleh Presiden Carlos Saul Menem kepada Presiden Soeharto pada 28 Agustus lalu.

Tahap minat juga telah disampaikan Menteri Perindustrian dan Kelistrikan Arab Saudi DR Hasim Abdallah Yamani dalam kunjunganya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Arab Saudi, katanya, sangat berminat membeli produk IPTN, tetapi tidak dalam waktu dekat ini.

Hal serupa telah dikemukakan Presiden Republik Burkina Faso, Blaise Compaore yang menyatakan bahwa pesawat N-250 sangat potensial digunakan di negaranya.

1999

IPTN saat ini sudah menerbangkan satu prototipe N-250 untuk mendapatkan sertifikasi dari dalam negeri dan Badan Kelaikan Udara Amerika Serikat (FAA) dan prototipe N-250 kedua dijadwalkan akan mulai diterbangkan Desember 1996.

Menristek/Dirut PT. IPTN BJ Habibie telah mengemukakan, IPTN menargetkan pada tahun 1999 pesawat N-250 karya putera-puteri Indonesia mulai mengangkasa di langit AS tahun 1999.

Pada tahun itu pula, katanya dalam rapat Dewan Komisaris American Regional Aircraft (AMRA) beberapa waktu silam, IPTN akan menyerahkan empat unit N-250 yang dipesan perusahaan di AS.

Sumber : ANTARA (19/10 /1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 465-466.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.