50 TOKOH BERPENGARUH DI ASIA VERSI ASIA WEEK NAMA SOEHARTO DAN TUTUT DICORET

50 TOKOH BERPENGARUH DI ASIA VERSI ASIA WEEK NAMA SOEHARTO DAN TUTUT DICORET[1]

 

Hong Kong, Merdeka

Nama Soeharto tak lagi dicantumkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh (most powerful) di Asia tahun ini. Tidak hanya nama Soeharto yang dicoret, putrinya Siti Hardyanti Rukmana (Tutut) juga dihapus.

Padahal, selama ini namanya selalu dinominasikan di papan atas dalam daftar yang dikeluarkan Asia week, majalah mingguan bermarkas besar di Hong Kong.

Wartawan Merdeka di Hong Kong, Dany Suyanto, melaporkan, dalam daftar ‘50 Tokoh Paling Berpengaruh di Asia’, tidak hanya nama Soeharto yang dicoret, tapi putrinya Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) juga dihapus. Tutut tahun lalu masih menduduki peringkat ke-31 dan sekaligus menjadi wanita paling berpengaruh di Asia.

Dasar penilaian Asia week tahun lalu terhadap Tutut berasal dari perusahaan­perusahaan raksasa yang dikuasainya dan jabatan pentingnya di DPP Golkar. Lenyapnya nama Tutut juga akibat jatuhnya Soeharto dari panggung kekuasaan di Indonesia.

Dua tahun lalu, Soeharto dinyatakan sebagai orang nomor satu yang paling berpengaruh di Asia. Saat itu, Asia week berkomentar ‘No One but Soeharto’ (Tak seorang pun, kecuali Soeharto, Red.) sebagai pemimpin Indonesia.

Nominasi Soeharto dalam daftar tahun ini mendapat komentar yang agak miring, yakni ‘Anyone but Soeharto’ (Siapa pun, kecuali Soeharto) sebagai pemimpin Indonesia.

Tahun lalu, posisi Soeharto masih sangat tinggi, yaitu pada urutan nomor tiga setelah Presiden China Jiang Zemin dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad. Turunnya Soeharto tidak hanya berdampak pada anggota keluarganya saja, melainkan juga pada para kolega yang selama ini dekat dengan dirinya.

Berdasarkan laporan Asia week, ada dua kolega Soeharto yang tahun ini juga dicoret namanya, yaitu Liem Sioe Liong (Sudono Salim) dan Muhammad Bob Hasan. Mundurnya Soeharto akan berdampak besar terhadap kemegahan kekaisaran Salim Group. Kelompok perusahaan terbesar di Indonesia ini sangat terpukul tidak hanya oleh mundurnya Soeharto, tapi juga krisis ekonomi di Indonesia yang berlarut-larut.

“Selain itu, adanya rumor bahwa kondisi kesehatan yang memburuk belakangan ini, juga sangat menentukan bagi keluarnya nama Liem Sioe Liong dari daftar itu.” tulis Asia week mengomentari keputusannya mencoret nama Liem.

Tahun lalu Liem masih menduduki peringkat istimewa, yakni nomor delapan. Sumber pengaruhnya berasal dari kedekatannya dengan Soeharto dan kerajaan bisnisnya yang amat besar itu.

Nasib tragis Liem juga dialami Bob Hasan. Sumber pengaruh Bob selama ini diperhitungkan berasal dari kedekatannya dengan Soeharto, penguasaannya atas kayu sehingga mendapat julukan raja kayu dari Indonesia.

“Bob yang tahun lalu menduduki urutan ke-29 dituding banyak pihak sebagai pihak yang harus ikut bertanggung jawab atas kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.”  tulis Asia week.

Dalam daftar tahun ini, tak satu pun tokoh dari Indonesia yang masuk. Padahal, tahun-tahun sebelumnya Indonesia paling banyak mendominasi. Kondisi ekonomi yang berantakan dan situasi politik yang tidak menentu memudarkan pengaruh tokoh­tokoh dari Indonesia.

Daftar tahun ini juga unik karena masuknya sejumlah tokoh yang bukan merupakan warga Asia, tapi pengaruhnya sangat nyata di Asia. Dialah Michael Camdessus, Direktur Pelaksana IMF.

Posisi kedua dan ketiga diduduki oleh dua tokoh China yang kini sebagai dua orang terkuat di daratan China, yaitu Presiden Jiang Zemin dan Perdana Menteri Zhu Rongji. Mantan pembangkang pro demokrasi nomor satu yang kini menjadi Presiden Korsel, Kim Dae Jung, menempati urutan keempat.

Sumber : MERDEKA (03/06/1998)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 648-650.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.