PRESIDEN RI PADA RAPAT PARIPURNA TERBUKA DPR

PRESIDEN RI PADA RAPAT PARIPURNA TERBUKA DPR

 

 

Presiden Soeharto mengecam para spekulan yang telah membeli valuta asing, khususnya dolar AS karena merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab dan membahayakan keselamatan pembangunan nasional.

Dalam pidato kenegaraan di depan Rapat Paripurna terbuka DPR-RI di Senayan­ Jakarta, Sabtu Presiden Soeharto menegaskan, dalam siatuasi yang penuh prihatian ada diantara masyarakat yang bertindak tidak bertanggungjawab tanpa memikirkan keselamatan pembangunan nasional dengan melakukan spekulasi pembelian dolar AS secara  besar-besaran.

Pembelian devisa tersebut semata-mata hanya untuk keuntungan sendiri, tanpa memikirkan keselamatan pembangunan nasional.

Tindakan pembelian devisa secara besar-besar demi keuntungan pribadi tersebut sangat dikecam oleh Presiden Soeharto karena dapat membahayakan kelangsung pembangunan nasional.

Presiden Soeharto juga mengecam para pengamat ekonomi yang membuat analisa tanpa dukungan data yang lengkap dan menyeluruh yang seolah-olah hanya didorong oleh keinginan untuk menonjolkan kepintarannya saja sehingga masyarakat terombang-ambing oleh desas-desus yang tidak jelas ujung-pangkalnya dan tidak beralasan.

“Kegelisahan dan ketidak pastian bertambah, karena adanya analisa-analisa dan pandangan yang dikemukakan oleh sementara pengamat yang tidak didasarkan atas dasar yang tidak lengkap dan menyeluruh, yang seolah-olah hanya didorong oleh keinginan menonjolkan kepintarannya,’ kata Presiden

Presiden juga menghargai pandangan-pandangan yang bertujuan memikirkan secara bertanggungjawab berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini.

Namun sangat bijaksana apabila pandangan tersebut dipertimbangkan masak-­masak terlebih dahulu akibat-akibatnya yang negatif sebelum dilontarkan ke tengah-­tengah masyarakat.

Gejala pembelian devisa akhir-akhir ini lebih menjurus kepada spekulasi daripada kebutuhan nyata.

“Oleh karena itu pemerintah telah bertindak tegas mematahkan kekuatan spekulasi secara tuntas, karena bila dibiarkan berkepanjangan dapat menggoyahkan stabilitas moneter dan membahayakan keselamatan pembangunan nasisonal,” demikian Presiden Soeharto. (RA).

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (15/08/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 188.

PRESIDEN RI PADA RAPAT PARIPURNA TERBUKA DPR

Presiden Soeharto mengecam para spekulan yang telah membeli valuta asing, khususnya dolar AS karena merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab dan membahayakan keselamatan pembangunan nasional.

Dalam pidato kenegaraan di depan Rapat Paripuma terbuka DPR-RI di Senayan­Jakarta, Sabtu Presiden Soeharto menegaskan, dalam siatuasi yang penuh prihatian ada diantara masyarakat yang bertindak tidak bertanggungjawab tanpa memikirkan keselamatan pembangunan nasional dengan melakukan spekulasi pembelian dolar AS secara  besar-besaran.

Pembelian devisa tersebut semata-mata hanya untuk keuntungan sendiri, tanpa memikirkan keselamatan pembangunan nasional.

Tindakan pembelian devisa secara besar-besar demi keuntungan pribadi tersebut sangat dikecam oleh Presiden Soeharto karena dapat membahayakan kelangsung pembangunan nasional.

Presiden Soeharto juga mengecam para pengamat ekonomi yang membuat analisa tanpa dukungan data yang lengkap dan menyeluruh yang seolah-olah hanya didorong oleh keinginan untuk menonjolkan kepintarannya saja sehingga masyarakat terombang-ambing oleh desas-desus yang tidak jelas ujung-pangkalnya dan tidak beralasan.

“Kegelisahan dan ketidak pastian bertambah,karena adanya analisa-analisa dan pandangan yang dikemukakan oleh sementara pengamat yang tidak didasarkan atas dasar yang tidak lengkap dan menyeluruh, yang seolah-olah hanya didorong oleh keinginan menonjolkan kepintarannya,’ kata Presiden

Presiden juga menghargai pandangan-pandangan yang bertujuan memikirkan secara bertanggungjawab berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini.

Namun sangat bijaksana apabila pandangan tersebut dipertimbangkan masak­masak terlebih dahulu akibat-akibatnya yang negatif sebelum dilontarkan ke tengah­tengah masyarakat.

Gejala pembelian devisa akhir-akhir ini lebih menjurus kepada spekulasi daripada kebutuhan nyata.

“Oleh karena itu pemerintah telah bertindak tegas mematahkan kekuatan spekulasi secara tuntas, karena bila dibiarkan berkepanjangan dapat menggoyahkan stabilitas moneter dan membahayakan keselamatan pembangunan nasisonal,” demikianPresiden Soeharto. (RA).

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (15/08/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 188.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.