BELUM DITENTUKAN WAKTU KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO KE MOSKWA

BELUM DITENTUKAN WAKTU KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO KE MOSKWA

 

 

Direktur Jenderal. Politik Departemen Luar Negeri RI, Nana Sutresna, mengatakan bahwa waktu kunjungan Presiden Soeharto ke Uni Soviet atas undangan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev, belum ditentukan.

Nana Sutresna, hmi Kamis, mengatakan Deputi Menlu Soviet, Igor Rogachev yang memimpin delegasi negaranya ke Sidang ESCAP ke-44 di Jakarta telah menemuinya Kamis pagi.

Igor Rogachev pada jumpa pers, Rabu sore, mengatakan pihaknya sedang menantikan usul pihak Indonesia mengenai kunjungan Presiden Soeharto ke Moskwa.

Waktu kunjungan belum ditentukan, kata Dirjenpol Nana Sutresna ketika ditanya apakah kunjungan Presiden Soeharto akan diadakan tahun ini.

Undangan Mikhail Gorbachev tersebut disampaikan ketika Menlu Mochtar Kusumaatmadja berkunjung ke Moskwa tahun lalu.

Uni Soviet memandang sangat penting kunjungan Presiden Soeharto ke negara itu dan kunjungan tersebut akan dapat meningkatkan hubungan bilateral, kata Igor Rogachev.

Deputi Menlu Soviet Igor Rogachev hari Rabu mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menlu RI Ali Alatas. Selain hubungan bilateral, kedua pejabat tinggi tersebut membicarakan masalah regional dan internasional.

Dalam pembicaraan itu, kedua pihak menyatakan kembali perlunya memudahkan dialog Hun Sen-Sihanouk dalam upaya menyelesaikan masalah Kamboja, yang telah berlangsung lebih dari sembilan tahun sejak invasi pasukan Vietnam ke Kamboja akhir 1978 awal 1979.

Uni Soviet, kata Rogachev, mendukung gagasan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menjadikan kawasan ini Zona Damai, Bebas dan Netral (ZOPFAN) melalui pembentukan Zona Bebas Senjata Nuklir (NWFZ).

Indonesia, sama dengan Uni Soviet, berminat meredakan tingkat konfrontasi militer di Asia-Pasifik dan mencegah timbulnya konflik-konfrontasi militer di Asia­ Pasifik dan mencegah timbulnya konflik-konflik baru. (RA)

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (15/04/1988)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 110-111.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.