400 PENGUSAHA SlAP GARAP LAHAN TRANSMIGRAN

400 PENGUSAHA SlAP GARAP LAHAN TRANSMIGRAN[1]

 

 

Jakarta, Antara

Sebanyak 400 perusahaan siap menggarap lahan milik transmigran untuk ditanami berbagai tanaman seperti cabe, tomat, pakan ternak, bawang putih dan bawang merah. Seusai melapor tentang keinginan para pengusaha bekerja sama dengan transmigran kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Rabu, Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Siswono Yudohusodo mengatakan, kerja sama pengusaha dan transmigran memang diperlukan.

“Para transmigran hanya mempunyai lahan dan tenaga sedangkan pengusaha memiliki modal, teknologi, bibit tanaman dan kemampuan manajemen sehingga kedua hal itu perlu dipadukan,” kata Siswono.

Siswono yang sebelum menjadi menteri bergerak dalam dunia bisnis kontraktor mengatakan, setiap pengusaha yang ingin bekerjasama dengan transmigran bisa menghubungi Kanwil Deptrans untuk mencari data mengenai lahannya. Pengusaha itu, misalnya, bisa memperoleh data mengenai luas areal transmigran, jenis lahan, dan tanaman yang cocok karena di tiap kanwil tersedia data yang lengkap.

Ia menjelaskan pula, di Pulau Natuna, Riau, akan dikembangkan perusahaan inti rakyat (PIR) perkebunan bagi transmigran untuk tanaman karet. Di sana tersedia areal 30.000 ha, sebanyak 6000 ha di antaranya untuk inti/pengusaha dan 24.000 ha lainnya untuk plasmal transmigran. Lahan 24.000 ha itu akan digarap oleh 12.000 keluarga yang bisa mencakup sekitar 50.000 orang. Para transmigran ini, kata Siswono, akan didatangkan dari Jawa, Madura serta Bali.

Siswono menyebutkan ke Pulau Natuna pernah didatangkan 1.000 keluarga untuk menggarap PIR Pola Pangan. Namun karena menghadapi kesulitan pemasaran, maka sekitar 500 keluarga telah meninggalkan lokasi transmigrasi ini.

(T/ EU02/LN09/11/08/93 15:34)

Sumber: Antara (11/8/1993)

_____________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 546-547.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.