36 AHLI SUSUN SEJARAH NASIONAL INDONESIA

36 AHLI SUSUN SEJARAH NASIONAL INDONESIA [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Presiden Soeharto telah memerintahkan kepada Menteri P & K Syarif Thayeb agar buku sejarah nasional Indonesia hasil karya sebuah Team Penyusun yang diketuai oleh Prof. Dr. Sartono K, dijadikan standar buku pelajaran sejarah di sekolah2 pemerintah, tetapi dapat juga dipakai oleh sekolah2 swasta sekalipun belum merupakan keharusan.

Perintah Presiden itu dikemukakan siang kemarin di Bina Graha, ketika menerima Team Penyusun Buku Sejarah Nasional dengan diantar oleh Menteri P & K Syarif Thayeb.

Buku sejarah Nasional yang diserahkan kepada Kepala Negara tsb adalah hasil karya Team Penyusun yang beranggotakan 36 orang ahli dan meliputi 6 jilid buku yang terdiri dari 3.000 halaman.

Buku sejarah disusun mulai dari zaman prasejarah sampai dengan zaman kontemporer tahun terakhir 1966, buku tsb. merupakan penyusunan sejarah nasional dari suatu team terbesar untuk pertama kalinya.

Buku jilid I adalah susunan sejarah dimulai dari prasejarah, team penyusun diketuai oleh Drs. Suyono, Jilid ke II, memuat zaman sejarah kontemporer, penyusun dipimpin oleh Drs. Bambang S, buku jilid ke III memuat sejarah zaman pertumbuhan dan perkembangan kerajaan2 Islam team diketuai oleh Drs. Oka Tjandrasasmita, Jilid ke IV adalah susunan sejarah abad 18 – 19 team dipimpin Drs. Sutjipto, Buku jilid V susunan sejarah zaman kebangkitan nasional dan masa Hindia Belanda dan teamnya diketuai Drs. Jusmar dan jilid VI merupakan susunan sejarah mulai zaman pendudukan Jepang dan team penyusun diketua oleh Drs. Nugroho Noto Susanto.

Team penyusun buku sejarah nasional tsb diketuai oleh Prof Dr. Sartono K, Wakil Ketua I Dr. Marwati Djuned Pusponegoro dan Wakil Ketua II Drs. Nugroho Notosusanto.

Menurut penjelasan Ketua Team Penyusun buku sejarah itu selesai disusun selama 4 tahun atau 2 tahun lebih lama dari yang semestinya. Edisi pertama sudah diterbitkan dan sekarang sedang disiapkan penerbitan edisi ke II setelah mengalami revisi2 kecil, tetapi penerbitannya masih dalam jumlah yang terbatas sementara diperuntukkan para pejabat2. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (19/3/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 228-229.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.