50.000 ANGGOTA ANGKATAN DARAT DIBEBAS TUGASKAN

Dalam Lima Tahun Mendatang

50.000 ANGGOTA ANGKATAN DARAT DIBEBAS TUGASKAN

Penampungan Kerdja Untuk Mereka Disediakan PT2 Akan Dipimpin Oleh Para – Purnawirawan/Bebas Tugas [1]

 

Djakarta, Kompas

Dalam djangka waktu 5 tahun mendatang ini diperkirakan 50.000 anggota Angkatan Darat akan dibebas-tugaskan (dipensiun). Dan untuk mendjaga agar djangan timbul ketegangan sosial, politik dan ekonomi pada masjarakat umumnja serta ke 50.000 anggota itu, maka tahun ini pimpinan Angkatan Darat mengusahakan tempat2 penampungan bagi mereka serta keluarganja.

Usaha2 itu dituangkan dalam bentuk Rentjana Induk Pembangunan Lima Tahun AD (Repelita AD) jang bersamaan waktunja dengan Repelita.

Demikian didjelaskan oleh Deputy Pembina Pangad Majdjen Hartono dalam konperensi persnja Senin kemarin di Puspenad. Ikut mendampinginja Asisten VII Pangad Majdjen Utojo Utomo dan Kepala Pusat Penerangan AD. Brigdjen Nawawi Alif.

Repelita AD itu terbagi dalam dua projek, projek utama dan chusus. Projek utama itu adalah projek kesedjahteraan jang meliputi produksi beras, pembukaan lapangan kerdja, perumahan, pendidikan, pembinaan personil, peningkatan mutu tempur, penjempurnaan organisasi dan pengembangan serta pemeliharaan kemampuan Angkutan dan Telekomunikasi.

Sedang projek chusus adalah projek Industri Angkatan Darat jang diperintji lagi dalam Industri Organik dan Industri Non Organik.

Penghematan Biaja Rp 2 Miljard

Mengenai usaha2 produksi beras mulai bulan Oktober ini akan diadakan intensifikasi persawahan Bimas sebanjak 50.280 Ha diwilajah pulau luas. Wilajah persawahan sebanjak 50.280 Ha itu ter-bagi2 dalam penggarapannja sebagai berikut. Kodam V/Djaya 1.200 Ha, sedangkan Kodam VI/Siliwangi.

Kodam VII/Diponegoro dan Kodam VIII/Brawidjaja masing2 sebanjak 15.350 Ha.

Dinjatakan, bahwa dengan usaha Bimas itu diperkirakan paling sedikit akan dihasilkan 50.000 ton beras, jang berarti penghematan biaja sebanjak Rp 3 miljard setahunnja. Pelaksanaan intensifikasi persawahan itu adalah dengan bagi hasil jakat 50 % untuk pemilik lahan dan 50 % sisanja untuk Angkatan Darat selaku pelaksana.

Dapat ditambahkan bahwa beras jang diperlukan oleh AD beserta keluarganja setiap tahun adalah sebanjak 250.000 tonjang untuk tahun 1969-70 diperkirakan menelan biaja Rp 11 miljard.

Pembentukan PT2

Chusus mengenai pembentukan PT2 di lingkungan Angkatan Darat dinjatakan bahwa pembentukan PT2 itu dimaksudkan untuk penertiban terhadap Jajasan2, Lembaga dan usaha lainnja dari masing2 direktorat jang menurut kenjataannja adalah illegal dan merugikan AD.

Segala usaha tak resmi itu akan dilegalisir dalam bentuk Badan Hukum jang berbentuk PT. Dan menurut rentjana PT2 itu kan dipimpin oleh para purnawirawan! bebas tugas. Djadi bukan oleh anggota2 AD jang masih aktif dalam tugasnja.

Hanja untuk sementara para direktur dari lingkungan direktorat2 AD diperbolehkan mengawasinja sebagai komisaris. Kini AD mempunjai 3 PT dari lingkungan Direktorat Angkatan AD disamping PT Tri Usaha Bhakti jang telah ada. Dalam waktu dekat diharapkan Direktorat Zenipun akan mempunjai sebuah PT. (DTS)

Sumber: KOMPAS (30/09/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 390-391.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.