3 GUBERNUR DUKUNG PEMOTONGAN GAJI POKOK

3 GUBERNUR DUKUNG PEMOTONGAN GAJI POKOK[1]

 

Jakarta, Bisnis

Para Gubernur menyatakan mendukung dan menilai tidak ada masalah dengan pemotongan gaji pokok sebesar Rp.1 juta untuk Dana Kesetiakawanan Sosial.

“Tidak, tidak masalah pemotongan gaji pokok Rp.1 juta. Tidak ada Gubernur yang menolak kecuali mau dicopot.” ujar Gubernur Kalbar Aspar Aswin, sambil tertawa, dengan nada bercanda.

Artinya, lanjut dia,

“Kita harus melihat motif permintaan tadi. Kita harus ikhlas menyumbang Rp.1 juta apalagi dalam kondisi ekonomi seperti ini. Saya sebagai tentara (Mayjen TNI AD) siap. Jadi kita siap-siap saja.”

Aspar mengatakan hal itu seusai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta kemarin.

Presiden Soeharto pada Sidang Kabinet Paripurna, 17 Maret, meminta para menteri dan Gubernur menyumbangkan gaji pokoknya bagi program pengentasan kemiskinan selama setahun. Pak Harto sendiri menyumbangkan gaji dan tunjangannya sebagai presiden.

Menurut dia,

“Saya catat tadi pagi bahwa gaji pokok saya Rp.1 juta, tunjangan istri Rp.482.000, dan tunjangan jabatan sebagai Gubernur Rp.690.000, saya kira lebih besar (gaji) wartawan.”

Namun sebagai pejabat Gubernur KDH dia mendapat tunjangan dari DPRD lewat APBD dengan plafon tertentu.

“Itu gaji saya yang resmi sebagai Gubernur dan jumlahnya lumayan.” Kata Aspar sambil diiringi tawa.

Secara terpisah. Gubernur KDH Sulsel Zainal Basri Palaguna menambahkan,

“Alhamdulillah kami sudah melakukan hal itu lebih dulu. Seperti diketahui karena saya juga ABRI, maka saya mendapat gaji ABRI. Jadi semua honor saya yang ada di Pemda Sulsel diserahkan untuk membantu buruh-buruh yang di PHK.”

Mengenai gaji pokok Gubernur,

“Gaji yang saya terima hanya Rp.1 juta.”

Jadi, menurut Gubernur Sumbar Muchlis Ibrahim kebijakan penyerahan gaji itu baik. Karena tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Mengenai gaji yang dibawa pulang tidak sampai Rp.2 juta.” kata Muchlis.

Sumbangan Emas

Pada kesempatan itu Gubernur Sulsel juga menyerahkan secara simbolis sumbangan emas dan mata uang asing untuk negara kepada Presiden.

“Saya menyerahkan secara simbolis 2 kg emas dari 28 kg emas yang disumbangkan masyarakat Sulsel.” kata Zainal.

Sedangkan sumbangan valas dari masyarakat jika dihitung dalam bentuk emas sekitar 1 kg. Sehingga total bantuan masyarakat Sulsel yang berasal dari keluarga ABRI, pengusaha, dan masyarakat biasa menjadi 29 kg. Jumlah tersebut merupakan sumbangan emas terbesar selama ini.

Sementara itu, menurut Gubernur Kalbar, sumbangan emas dari masyarakat Kalbar mencapai 5,4 kg dan uang Rp.585 juta.

“Proses pengumpulan sumbangan emas dan uang ini masih terus berlangsung di Kalbar.” jelas dia.

Sumber : BISNIS INDONESIA (20/03/1998)

_____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 882-883.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.