GEMBONG2 PEMUDA RAKJAT BERHASIL DIRINGKUS

GEMBONG2 PEMUDA RAKJAT BERHASIL DIRINGKUS

Pembersihan Thd. Anggota2 Gerombolan Penghianat Terus Dilantjarkan Sampai Teringkus Seluruhnja[1]

 

Djakarta, Berita Yudha

LETNAN NAZARUDDIN Komandan Puterpra Krukut dalam keterangannja kepada Wartawan Yudha sesaat setelah kembali dati mendjalankan tugas “Operasional Pembersihan” didaerah hukumnja menjatakan bahwa tindakan pembersihan didaerah hukum Puterpra jang dipimpinnja akan terus dilakukan sampai bersih dari oknum2 kontrarevolusi. Tindakan pembersihan jg dilakukan oleh kesatuan ABRI didaerah Krukut tidak sadja dilakukan pada malam hari tetapi djuga pada siang hari. Karena sesuatu gerakan kontra revolusi itu tidak selalu jg dilakukan pada malam hari tempi djuga pada siang hari,jaitu pada saat2 jang dianggapnja baik untuk bergerak, demikian perwira Komandan Puterpra.

Dalam gerakan operasi pembersihan di kampung2 jang sudah dilakukan beberapa hari sesudah terdjadinja apa jang disebut “Gerakan 30 Sseptember” telah diperoleh hasil jang sangat memuaskan karena semua gembong2 Pemuda Rakjat didaerah hukum Puterpra itu jang diduga tersangkut dalarn pentjulikan dan pembunuhan para Djendral sudah dapat diringkus batang lehernja. Operasi landjutan dewasa ini terutama ditudjukan pada orang2 jang disebut ikut dalam latihan militer di Lubang Buaja. Kebanjakan dari mereka ini sekarang meninggalkan rumah dan pergi tanpa pamit dari anak isterinja. Gerakan itu akan terus dilandjutkan sampai seluruh kampung didaerah hukum Puterpra itu bersih sarna sekali dari golongan kontra revolusi. Menurut keterangan selain seorang gembong PKI Hassan Djang (Lurah) jang terlibat di tangkap pula Lurah Sukadjo jang berkedudukan di Grogol oleh kesatuan Operasi Pembersihan dari ABRI Puterpra telah dalam pentjulikan tangga130 September jang dinamakan “Gerakan 30 September”.

Kalau kita lihat dari orang2 jang ikut dalam gerakan 30 September jang sudah ditangkap adalah orang biasa seperti kebanjakan orang jang tinggal di kampung2 didaerah Djakarta ini. Dilihat dari tempat tinggal dan keadaan keluarganja orang tidak akan menjangka sekedjam itu seperti jang sudah mereka lakukan Ada seorang pemuda jang sudah mempunjai isteri jang mengaku sebagai Ketua Ranting Pemuda Rakjat bernama Suprapto. Tinggal disatu rumah pondokan bersama dengan pemuda Ansor di daerah Krukut.

Dia mengaku terus-terang sebagai kader Pemuda Rakjat sedjak tahun 1960. kemudian pada tahun 1963 Seprapto ini diangkat sebagai Wakil Ketua Ranting Pemuda Rakjat. Karena dia sudah menundjukkan djasa2 dan aktivitasnja untuk partai PKI dan Pemuda Rakjat. Dia mengatakan kepada wartawan “Yudha” sesaat setelah disergap dari rumahnja bahwa dia mendapat instruksi langsung dari Lurah Hassan Djang gembong PKI Krukut. Dari rumah gembong PKI itu semua Pemuda2 Rakjat itu kemudian diangkut dengan sebuah mobil truck bertjat kuningjang dipindjam dari Perusahaan Gas di Djakarta, menuju tempat latihan di Lubang Buaja dimana telah terdjadi pembunuhan setjara biadab atas 6 orang Djendreral TNI dan seorang perwira pertama. Gembong Pemuda Rakjat jang perawakan tubuhnja biasa itu mengaku pula telah beberapa kali ikut latihan di Lubang Buaja. Ketua Ranting Pemuda Rakjat ini dengan nada jang menjesal mengatakan bahwa dia sudah mengetahui sebelumnja apa jang terdjadi pada malam tanggal 30 September itu. Pada tanggal 30 September malam Suprapto dengan temannja bemama Dahlan jang djuga sudah tertangkap telah ditugaskan untuk mendjaga rumah Lurah Hassan Djang semalam suntuk. Waktu itu Lurah Hassan Djang sendiri sudah berangkat keluar rumah. Dikatakan dia piket malam dirumah itu biasa sadja seperti dalam keadaan piket Hansip dikampung2.

Dari rumah pondok Suprapto diketemukan poster2 PKI dan Pemuda Rakjat jang sudah disimpan dan disembunjikan dibawah “pendaringan beras” jang sangat rapi sekali. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (09/10/1965)

[1]Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam  Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, Hal 143-144.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.