25 THN PERSETUDJUAN LINGGARJATI

15 NOPEMBER 1946-1971

25 THN PERSETUDJUAN LINGGARJATI

Berunding ditengah2 pergolakan [1]

 

Oleh Soendono

 

Djakarta, Kompas

DIANTARA generasi muda jang sekarang memegang peranan dan hidup di Djakarta, tak terbajangkan, bahwa istana jang sekarang dipakai oleh Presiden Soeharto untuk keperluan2 resmi, 25 tahun jl. Dinamakan “Het Palets van de Gouverneur Ge Djenderal”. Dari situ pula politik jang dihadapkan jang baru berumur 1 tahun, dilantjarkan berumur 1 tahun, dilantjarkan dengan intruksi dari Den Haag.

Disamping itu tangkapan2 terhadap tokoh2 RI jang mempertahankan Djakarta terdjadi tiap hari. Geriljawan kita di Djakarta djuga ada. Pers jang dulu dinamakan suara republikein, merupakan suara jang dihadapkan kepada pers dan politik Belanda jang memberi tjap kepada pedjoang2 RI sebagai teroris.

Hidup kaum republic di Djakarta amat panas, nasibnja tidak menentu di hari esoknja.

Ibukota RI jang sudah di Jogjakarta, mengatur perdjoangan dari daerah jang dinamakan daerah pedalaman, lawan daripada daerah jg dikuasai Belanda. Pihak ketiga jang mendjembatani kedua pihak jang bertengkar ialah PBB jang didahului oleh wakil2 negara asing dengan usaha pendekatan, seperti misalnja Inggeris dan Amerika.

Belanda sendiri djuga berusaha untuk mentjoba mendekati RI. Tapi sebelum resmi dimedja perundingan, seorang wartawan golongan Partij van de Arbeid (Buruh) Belanda, Frans Goedhart, mentjoba mendjadjaki dulu, bagaimana kiranja suasananja di RI. Sampai ia masuk dan diterima di Jogja, ia adalah salah seorang jang dizaman pendudukan Hitler atas Nederland, bergerak terus dengan penerbitan korannja jang dinamakan HETPAROOL. Nama samarannja ialah PIETER THOEN. (Hot Parool sampai sekarang termasuk salah satu Koran jang besar). Hoen sekembalinja dari Jogja di Nederland menulis brosur jang bernama “Terug uit Djokja” (Kembali dari Jogja). Nadanja masih mendingan tidak begitu menghantam RI, walaupun ada kritik2nja. Lain dengan apa jang ia tulis setelah kundjungan kedua kalinja.

Suasana tak Kenal Kompromi

Suasana revolusi memang tegang terus menerus. Slogan2 anti imperialis terdengar dimana2. Selebaran jang ditempel berbunji “Merdeka atau mati”, -tjoretan jang berbunji “Van Mook?” – “No” dan jang senada dgn ltu menguasai udara politik.

Pendeknja kompromi dengan Belanda tidak mungkin. Harus bertempur terus. Dan tiap peristiwa jang menundjukkan pelanggaran2 oleh Belanda mendapat reaksi jang tepat.

Dalam suasana demikian sulit untuk mendekatkan RI dan Belanda dimedja perundingan. Kabinet presidential jg digantikan oleh cabinet parlementer jang sering gonta ganti selalu di bawah Perdana Menteri Sjahril sampai ia djatuh thn 1947.

Selama pemerintahan Sjahrir itulah RI harus mentjoba berunding dengan Belanda. Kalau2 ada suara keras dari Koran, maka sering Sjahrir jang djuga merangkap Menteri Luarnegeri, mendjelaskan supaja kita bisa menekan sentiment (perasaan). Dengan usaha matjam2, antaranja delegasi ke Nederland untuk bernnding di Hoge Veluwe, hasilnja tidak ada. Dan disamping itu Belanda pun membentuk KOMISI DJENDERAL, setelah wartawan Geodhart mendjadjaki kemungkinan berunding. Komisi Djenderal ini diketuai oleh Prof Ir. W. Schermerhorn.

Disamping itu karena masih dalam taraf permulaan, tokoh diplomasi Inggeris jang ulung, Lord Kileam, ikut pula. Maka berlangsunglah perundingan resmi antara Delegasi RI dan Belanda di Linggardjati, dekat Tjirebon. Dalam melangkah ke Linggardjati itu diluar pemerintah RI dan Belanda di Linggardjati tidak setudju dengan perundingan dengan Belanda. Front PERSATUAN PERDJOANGAN, jang tokoh utamanja Tan Malaka, dengan Lasjkar Rakjat, lain2 organisasi perdjoangan bersendjata, menentang sekali.

Partai2 besar jg tidak setuju PNI, Masjumi. Dalam pada itu Linggardjati disetudjui oleh PKI, sampai pada pembitjaraaan dalam sidang Pleno KNI Pusat di Malang, Februari 1947 (Baru setelah Masso datang di Indonesia, segala hasil yang dirumuskan oleh zaman Sjahrir, dilemparkan begitu sadja, sampai pemberontakan PKI di Madiun, 1948)

Linggardjati

Sebagai petugas dari Seksi Publisteit (demikian dulu namanja) dari Kementrian Penerangan dibawah Mr. Soedjarwo Tjondronegoro, saja ikut menemani wartawan2 dari Jogja dan sekitarnja ke Linggardjati. Menteri Penerangannja Moh. Natsir, Sekdjennja Dr. Soebandrio. Linggardjati masih agak naik kedaerah pegunungan dekat Tjirebon. Dingin, banjak pohon tjemara, gedung2 baik (untuk ukuran dizaman sulit waktu itu), Pendjagaan diketatkan, sebab suasana belum mau kompromi kuat sekali. Lord Killearn, diplomasi Inggeris jang terkenal dengan utjapannja “Assalamu alaikum “,- ia pernah mendjadi diplomat di Kairo, banjak setjum dengan Hadji Agus Salim dan lain2 diplomat kita, jang baru Ik. 1 tahun mengalami duduk dalam pemerintahan negara muda. Perundingan diseling oleh permainan tennis antara Sjahrir dan diplomat Belanda dan Inggeris.

Dalam perundingan itu tidaklah nampak tokoh2 kita jang berpakaian lengkap seperti sekarang kita lihat dalam resepsi, tapi adajang memakai buttle dress ala DjenderaI Wavoli, Panglima Inggris di India, kaos kaki tebal. Potongan djas pun sudah model kuno sebelum perang. Dalam pakaian sederhana itu hidup semangat revolusioner unutk mempertahankan kemerdekaan, disamping kaum gerilja dan mereka jang mengangkat sendjata berambut gondrong.

Hanja sadja kaum diplomat kita djuga harus membuat keseimbangan antara langkah diplomasi dan semangat bertempur dikalalangan pedjoang2 jang angkat sendjata.

Di Istana Djakarta

PERSETDJUAN Linggardjati jang dimulai dipegunungan dekat Tjerebon itu achirnja pada 18 November 1946 diparaf di stana Djakarta, dimana Lord Killearn membuka usaha pendekatan setelah perundingan di Linggardjati. Tertjapailah naskah Persetudjuan Linggardjati jang berisi pengakuan de facto kepada kedaulatan Indonesia, tapi jang akan hidup bersama dalam hubungan UNI BELANDA – ­INDONESIA, sedang bentuk negaranja ialah REPUBLIK INDONESIA SERIKAT.

Sebagai tiap kata atau kaIimat jang berbau kompromi ditentang oleh kaum politik diluar pemerintahan, maka perkataan Uni amat membikin silau – kaum revolusioner, terutama jang berada dimedan pertempuran.

Sampailah Persetudjuan Linggardjati itu dibawa ke Sidang Pleno KNI Pusat di Malang, seperti dikatakan diatas. Saja ingat keterangan Bung Hatta dalam Sidang tsb. ketika mendjawab kritik2 jang pedas dan gentjar terhadap politik Pemerintah. Lebih kurang beliau mengatakan kalau tidak pertjaja kepada Bung Karno dan saja, boleh memilih Presiden dan Wakil Presiden lain. Suasana sidang gempar. Bung Hatta marah sekali.

Tapi lain sikap Sjahrir jang ditanja oleh anggota Soekadjo Wirjopranoto “Apakah sudah diusahakan oleh Pemerintah sedemikian rupa, hingga hanja djaIan sekarang inilah jang dianggap maximum….?” Terhadap serangan ini, Perdana Menteri berbadan ketjil jang termuda disaat itu diantara PM2 didunia, mengatakan dengan tenang: Insja Allah…. !” Suasana tegang nampak turun seketika.

Kelandjutannja

LINGGARDJATI ada kemudian ada pelanggaran2 oleh tentara Belanda, Agresi Belanda I, Djuli ’47. Kedaulatan RI. Mau dihantjurkan. Ada perundingan dikapal Renville, jang dinamakan djuga Persetudjuan Renville, Djanuari 1948. Inipun brantakan dengan agresi Belanda 19 Desember 1948, jang didahului oleh gempuran dari belakang oleh grup PKI jang terkelompok dalam FDR (Front Demokrasi Rakjat).

KMB (Konferensi Medja Bundar) di Den Haag jang mau tak mau masih mengandung unsur2 hasil Komisi Djenderal, Lingardjati, Renville, mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat, Irian masih djadi sengketa. Direbut dengan Trikora.

Sekarang hubungan dengan Belanda begitu baik, sampai Ratu Juliana berkundjung ke Indonesia dengan sambutan meriah. Sekarang kita tidak menghadapi ketegangan jang disebabkan dari luar, Tapi perdjoangan sekarang menghadapi serba kekurangan hidup bangsa lahir batin. Peristiwa2 bersedjarah itu masa lampau. Kini kita menghadapi masa depan, untuk membuat hidup bangsa jang lebih baik dengan membangun. (DTS)

Sumber: KOMPAS (11/11/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 51-54.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.