1992-04-22 Presiden Soeharto-PM Paul Keating Menyaksikan Penandatanganan Tiga Perjanjian

Presiden Soeharto-PM Paul Keating Menyaksikan Penandatanganan Tiga Perjanjian [1]

 

RABU, 22 APRIL 1992 Mulai pukul 09.00 pagi ini, selama lebih dari dua jam, Presiden Soeharto dan PM Paul Keating mengadakan pembicaraan empat mata di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan itu kedua kepala pemerintahan membicarakan berbagai masalah bilateral, regional, dan internasional.

Kepada pemimpin Australia itu, Kepala Negara antara lain menegaskan bahwa Indonesia tidak mempunyai keinginan untuk menggangu negara-negara tetangganya, karena UUD 1945 secara jelas menyebutkan Indonesia ingin mewujudkan perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan.

Sementara itu, PM Keating antara lain berbicara tentang masalah forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Dikatakannya bahwa untuk memantapkan wadah ini perlu diselenggarakan suatu KTT.

Presiden Soeharto menyambut baik usul tersebut, hanya saja diperlukan adanya persiapan yang sebaik-baiknya untuk itu. Dalam hubungan ini Presiden mengingatkan pengalaman ASEAN yang baru mengadakan KTT sembilan tahun setelah pembentukannya di Bali.

Menyangkut masalah bilateral, kedua pemimpin itu sependapat bahwa kerjasama militer diantara kedua negara dapat ditingkatkan. Akan tetapi bentuk kerjasama itu adalah latihan bersama dan untuk mengetahui perkembangan industri militer di negara mitranya.

Setelah mengadakan pembicaraan, kedua pemimpin kemudian menyaksikan penandatangan tiga perjanjian yang masing-masingnya ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Duta Besar Australia, Philip Flood. Ketiga perjanjian tersebut adalah mengenai masalah ekstradiksi dalam rangka memberantas tindakan kriminal, penghindaran pengenaan pajak berganda, dan persetujuan kerjasama dalam bidang perikanan. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 534-535. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.