1991-02-09 Hari Pers, Presiden Soeharto: Kita Memerlukan Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab

Hari Pers, Presiden Soeharto: Kita Memerlukan Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab [1]

 

SABTU, 9 FEBRUARI 1991 Pagi ini Presiden Soeharto mengunjungi Banjarmasin dalam rangka menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional. Setelah upacara selesai, siang ini juga Kepala Negara kembali ke Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan, pengalaman semua bangsa menunjukkan kepada kita bahwa bangsa yang berhasil dalam pembangunan hanyalah bangsa yang terbuka. Untuk menjadi bangsa yang terbuka itu jelas kita memerlukan pers yang bebas dan bertanggungjawab.

Kebebasan yang bertanggungjawab itu lebih-lebih kita perlukan karena kita adalah bangsa yang percaya pada kehidupan demokrasi. Dalam rangka Pancasila, kehidupan demokrasi itu berpangkal pada sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Hikmahnya sikap bijaksana ini menjadi landasan penting dari tanggung­-jawab kita dalam melaksanakan kebebasan.

Menurut Kepala Negara, UUD 1945 juga menjamin kemerdekaan mengeluarkan pikiran baik dengan lisan maupun tulisan. Hal ini berarti bahwa kemerdekaan pers mempunyai tempat yang terhormat dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kita.

Sangatlah jelas bahwa kebebasan bagi kita bukan hanya untuk kebebasan. Kebebasan bagi kita haruslah dapat meningkatkan mutu kehidupan kita, baik mutu kehidupan orang perorang maupun mutu kehidupan masyarakat kita.

Karena itu kebebasan pers tidak dapat dilepaskan dari tanggungjawab sosial dan disiplin nasional. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 399-400. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.