1990-11-20 Pemimpin Vietnam Meminta Presiden Soeharto Agar Indonesia “Membimbing” Vietnam Membangun

Pemimpin Vietnam Meminta Presiden Soeharto Agar Indonesia “Membimbing” Vietnam Membangun [1]

 

SELASA, 20 NOVEMBER 1990 Pagi ini Presiden Soeharto meletakkan karangan bunga di Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi. Setelah itu Presiden memasuki ruangan dalam mausoleum untuk melihat jasad Ho Chi Minh yang telah diawetkan dan dibaringkan di sebuah tempat tidur dengan dua penjaga di kiri kanannya.

Kemudian, setelah meninjau kompleks mausoleum secara keseluruhan, Presiden Soeharto menuju istana kepresidenan yang letaknya bersebelahan dengan kompleks mausoleum.

Di istana kepresidenan peninggalan Prancis itu, Kepala Negara melakukan serangkaian pembicaraan terpisah dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, Nguyen Van Linh, Presiden Vo Chi Cong, dan PM Do Muoi.

Dalam pembicaraan-pembicaraan tersebut telah dibahas berbagai masalah dalam hubungan bilateral dan regional. Menyangkut hubungan bilateral, para pemimpin Vietnam antara lain menghendaki agar Indonesia bersedia “membimbing” mereka didalam upaya mereka untuk membangun Vietnam.

Presiden Soeharto sendiri menyatakan bahwa Indonesia sudah siap untuk membantu dengan membagi pengalaman dalam menjalankan pembangunan.

Kepada mereka, Presiden mengatakan bahwa pembangunan memerlukan stabilitas nasional dan kepercayaan negara lain. Untuk itu perlu bagi Vietnam menyelesaikan masalah garis batas landas kontinen dengan Indonesia di Laut Cina Selatan, dan menyelesaikan masalah Kamboja.

Dengan selesainya kedua masalah itu, maka Vietnam akan mendapat kepercayaan negara lain, disamping terbuka peluang bagi Vietnam untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi wilayahnya di Laut Cina Selatan yang kaya akan cadangan minyak dan gas bumi. Dikatakan oleh Presiden bahwa Indonesia bersedia memberi bantuan dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi itu. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 365-366. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.