1990-03-13 Presiden Soeharto Meresmikan Berbagai Fasilitas Pelabuhan Laut di Indonesia

Presiden Soeharto Meresmikan Berbagai Fasilitas Pelabuhan Laut di Indonesia [1]

SELASA, 13 MARET 1990 Pukul 10.00 pagi ini Presiden dan Ibu Soeharto meresmikan pengembangan berbagai fasilitas pelabuhan laut di pelbagai daerah, dalam suatu upacara di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Proyek-proyek yang dibangun dengan pinjaman Bank Dunia itu adalah:

  1. Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok dengan biaya sebesar US$20,3 juta dan Rpl0,4 miliar;
  2. Fasilitas Pelabuhan Palembang dengan biaya US$I,1 juta dan Rpl,8 millar;
  3. Fasilitas Pelabuhan Panjang di Lampung dengan biaya US$4,1 juta dan Rp7,1 miliar;
  4. Fasilitas Pelabuhan Pontianak dengan biaya US$2,8 juta dan Rp4,6 miliar.

Selain itu terdapat pula sejumlah fasilitas perhubungan di Indonesia bagian timur yang dibiayai dengan DIP dan sumber-sumber lain. Proyek-proyek tersebut adalah:

  1. Pelabuhan Bitung dengan biaya sebesar Rp809 juta;
  2. Pelabuhan Bau-bau di Buton dengan biaya sebesar Rp2,9 miliar;
  3. Fasilitas pelabuhan di Maluku yang terletak di 10 lokasi dan dibiayai dengan pinjaman Belanda setara Rp12 miliar dan pendamping Rp3 miliar;
  4. Fasilitas keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh Indonesia yang dibiayai dengan pinjaman Inggris sebesar US$2,5 juta dan pinjaman Prancis FFr22,7 juta, serta biaya pendamping sebesar Rp3,4 millar.

Menyambut kehadiran proyek-proyek tersebut, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa dengan makin baiknya fasilitas perhubungan laut, maka armada laut kita akan dapat didorong makin maju. Dengan menyedia­kan fasilitas pelayaran yang memadai, kita penuhi kewajiban intemasional kita dalam ikut menjamin keselamatan lalu lintas pelayaran intemasional. Dan dengan meningkatnya pertumbuhan armada kapal laut, maka laju pembangunan dapat kita tingkatkan, serta persatuan dan kesatuan bangsa dapat kita perkuat. Karena, arus angkutan manusia dan barang dari satu pulau ke pulau lainnya akan makin lancar dan pemerataan pembangunan makin meluas. Dengan kata lain, demikian Presiden, fasilitas perhubungan laut. yang baik merupakan syarat penting bagi lancarnya pembangunan, terbinanya integrasi nasional dan pemenuhan kewajiban internasional kita. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 283. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.