1989-06-10 Tiba di Jenewa, Presiden Soeharto Beramah Tamah dengan Masyarakat Indonesia di Swiss

Tiba di Jenewa, Presiden Soeharto Beramah Tamah dengan Masyarakat Indonesia di Swiss [1]

 

SABTU, 10 JUNI 1989 Hari ini, pukul 13.30 waktu setempat, Presiden dan Ibu Soeharto tiba di Jenewa, Swiss. Malam ini Presiden dan Ibu Soeharto beramah tamah dengan masyarakat Indonesia. Dalam sambutannya, Kepala Negara kembali mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak meributkan soal suksesi kepemimpinan nasional karena hal itu hanya akan membuang-buang waktu. Dikatakannya bahwa mereka yang meributkan suksesi kepemimpinan nasional itu sesungguhnya hanya memperlihatkan bahwa mereka sendiri kurang mendalami Pancasila, UUD 1945 dan Ketetapan-ketetapan MPR.

Oleh sebab itu mereka menjadi bingung sendiri, sehingga tidak tahu lagi bagaimana sebenarnya bentuk Demokrasi Pancasila. Akhirnya mereka menyamakan Demokrasi Pancasila dengan demokrasi di negara liberal atau otoriter. Padahal, demikian Presiden, menyamakan Demokrasi Pancasila dengan demokrasi liberal atau demokrasi otoriter sama halnya dengan mengkhianati Pancasila dan UUD 1945. Diingatkan oleh Kepala Negara bahwa Demokrasi Pancasila tidak boleh ditafsirkan seolah-olah suara terbanyak berarti menang. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 177. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.