1989-03-01 Sidang Kebinet Membahas Eskpor, Produksi Semen dan Pabrik Sagu di Halmahera

Sidang Kebinet Membahas Eskpor, Produksi Semen dan Pabrik Sagu di Halmahera [1]

 

RABU, 1 MARET 1989 Selama lebih kurang tiga jam, mulai pukul 10.20, pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas bidang Ekuin di Bina Graha. Didalam sidang ini dilaporkan bahwa ekspor Indonesia dalam tahun 1988 mencapai US$19.227, 1 juta atau naik 12,2% dibandingkan dengan nilai tahun. Dari jumlah tersebut, tercatat ekspor non-migas mencapai US$11.536,9 juta; ini berarti suatu kenaikan sebesar 34,46% dari nilai tahun 1987. Dari komoditi non-migas yang diekspor itu yang paling banyak adalah produk industri.

Kepada sidang juga dilaporkan tentang hasil percobaan pembuatan semen jenis baru yang lebih unggul daripada semen biasa dan telah memenuhi standard Amerika Serikat, Inggris dan Jepang. Produk baru yang dikenal sebagai “Gresik super cement z process” ini merupakan produksi bersama antara PT Semen Gresik dengan sebuah perusahaan Prancis. Diantara keunggolannya, semen ini bisa langsung menggunakan air laut dan dicampur dengan pasir atau karang laut, sehingga bisa dipergunakan untuk pekerjaan cor didalam air laut.

Diantara masalah-masalah lain yang dibicarakan dalam sidang kali ini adalah tindak lanjut rencana pembangunan pabrik pengolah sagu di Halmahera (Maluku Utara) oleh PT Inhutani yang bekerjasama dengan PT Pupuk Kujang. Proyek yang akan menelan biaya sebesar Rp4,3 miliar mempunyai kapasitas 5.000 ton sagu setiap tahunnya. Dengan adanya pabrik ini diharapkan penghasilan petani setempat akan meningkat, sebab hasil sagu mereka akan ditampung oleh pabrik dengan harga yang berkisar antara Rp125,- sampai Rp150,- per kilogram. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 137. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.