1987-12-15 Indonesia Kirim Satuan TNI Amankan KTT Asean, Presiden Soeharto: Solidaritas Asean Terpelihara

Indonesia Kirim Satuan TNI Amankan KTT Asean, Presiden Soeharto: Solidaritas Asean Terpelihara

SELASA, 15 DESEMBER 1987 Dalam penerbangan kembali ke Jakarta sore ini, Presiden Soeharto memberikan keterangan pers kepada para wartawan yang menyertai kunjungannya ke Manila. Presiden menjelaskan bahwa pengiriman suatu satuan TNI-AL ke Manila dalam rangka KTT ASEAN ke-3, bukanlah didasarkan pada rasa tidak percaya kepada kemampuan Filipina sendiri untuk mengamankan KTT itu. Pengiriman itu justru dimaksudkan untuk membantu Filipina, karena Indonesia sendiri turut bertanggungjawab agar KTT tersebut berjalan lancar. Dikatakaimya bahwa uluran tangan Indonesia itu telah diterima baik oleh Filipina dan Filipina tidak merasa tersinggung.
Menurut Kepala Negara satuan tugas yang antara lain terdiri atas fregat KRI W Zakarias Yohannes dan kapal tanker sekaligus pembekalan KRI Sorong itu, tidak semata-mata membantu pengamanan KTT. Mereka juga sekaligus bermaksud mengadakan latihan manuver di laut, serta kunjungan persahabatan ke negara lain.
Presiden berharap hendaknya jangan ada penilaian seolah-olah pengiriman satuan tugas itu merupakan pengeluaran uang yang terlalu banyak dan tak ada artinya. Dikatakannya bahwa bagi Indonesia ataupun bagi ASEAN secara keseluruhan, satuan tugas demikian mempunyai arti yang penting, sebab, kalau KTT tersebut gagal, maka yang malu bukan hanya Presiden Cory Aquino saja, tetapi juga semua negara ASEAN. Menurut Presiden, tanggungjawab Indonesia dalam mengsukseskan KTT itu berat, karena Indonesia yang mengambil keputusan partama untuk menghadirinya, sementara ada keragu-raguan di kalangan anggota-anggota lainnya.
Ditambahkannya, bahwa keragu-raguan serupa juga ada di kalangan rakyat Indonesia sendiri. Sekalipun demikian, ia tetap ke Manila, karena masalahnya bukan hanya untuk memberikan dukungan moril kepada Presiden Aquino, tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia betapa terpeliharanya solidaritas ASEAN. (AFR)

_____________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 680-681. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.