1987-12-14 Tinggalkan Manado, Presiden Soeharto Hadiri KTT ASEAN di Manila

Tinggalkan Manado, Presiden Soeharto Hadiri KTT ASEAN di Manila

SENIN, 14 DESEMBER 1987 Pukul 06.20 pagi ini, Presiden Soeharto dan rombongan, dengan menumpang pesawat DC-10 Garuda, meninggalkan lapangan udara Sam Ratulangi, Manado, menuju Manila untuk menghadiri KTT ASEAN yang ketiga. Tadi malam Presiden menginap di ibukota Sulawesi Utara ini hanya untuk transit. Dalam rombongan Kepala Negara tampak Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono, Menteri Muda/Sekretaris Kabinet Moerdiono dan Pangab Jenderal LB Murdani.

Pukul 08.30 waktu setempat pagi ini, Presiden bersama rombongan tiba di bandar udara intemasional Ninoy Aquino, Manila. Di tangga pesawat Presiden disambut Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Ferer, dan dikalungi bunga oleh puteri Presiden Filipina, Kris Aquino.
Dari bandar udara, dibawah pengawalan yang sangat ketat, baik di darat maupun di udara, Presiden langsung menuju Hotel Westin Philipina Plaza. Di hotel ini Presiden Soeharto disambut secara resmi dan kehormatan penuh oleh Presiden Corazon Aquino, lengkap dengan 21 kali tembakan meriam.
Setelah upacara penyambutan selesai, Presiden menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN. Dalam pidatonya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas antara negara­ negara ASEAN telah dapat kita kembangkan dan kita perkuat sehingga berhasil menciptakan suasana yang menguntungkan bagi pertumbuhan masing-masing anggota ASEAN. Dikatakannya bahwa ASEAN telah menunjukkan kemajuan dengan makin luasnya kerjasama di berbagai bidang dan makin meluasnya ruang lingkup masalah-masalah yang dibahas didalam persidangan-persidangan ASEAN. Kerjasama dalam forum internasional juga telah berkembang dan makin memantapkan lagi citra ASEAN, sehingga peranan dan suaranya lebih diperhatikan dalam percaturan intemasional.
Pada kesempatan itu Presiden mengemukakan pandangannya, bahwa untuk menghadapi perkembangan ASEAN di masa mendatang, perlu adanya satu mekanisme, baik didalam lingkungan maupun diluar ASEAN, yang bersifat luwes dan dinamis. Dikatakannya bahwa pesatnya pertumbuhan ASEAN sejalan dengan pesatnya perkembangan dunia, harus diimbangi oleh satu bentuk mekanisme kerjasama ASEAN yang terarah dan terpadu, yang dalam hal ini kita harapkan dapat dilaksanakan oleh Sekretariat ASEAN yang lebih sempuma.
Dalam hubungan ini, Presiden berpendapat bahwa ASEAN harus menghindarkan diri dari program kerjasama yang ambisius yang dapat mengorbankan kepentingan salah satu atau beberapa anggotanya. Khususnya dalam pengembangan kerjasama ekonomi, ASEAN hendaknya juga memperhatikan situasi dan kondisi negara-negara ASEAN lainnya serta memperhatikan perbedaan ekonomi antara negara-negara tersebut.
Demikian antara lain dikatakan Presiden Soeharto. (AFR)

________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 679-680. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.