1987-04-04 Presiden Soeharto Resmikan Waduk Morokrembangan dan Jalan Tol Tanjung Perak – Dupak

Presiden Soeharto Resmikan Waduk Morokrembangan dan Jalan Tol Tanjung Perak – Dupak [1]

SABTU, 4 APRIL 1987 Presiden Soeharto hari ini meresmikan Bendungan Gondang dan jembatan diatas Waduk Morokrembangan, Lamongan, Jawa Timur. Dengan selesainya waduk ini, maka masyarakat Lamongan dan sekitamya akan terbebas dari banjir yang mereka alami setiap tahun sejak zaman penjajahan. Selain itu, dengan adanya waduk ini maka sejumlah waduk lain akan mendapat air secara teratur.

Jembatan yang diresmikan itu panjangnya lebih dari satu kilometer. Dengan adanya jembatan ini, maka ruas jalan toll antara Tanjung Perak dan Dupak, telah dapat digunakan, sehingga memperlancar arus lalu lintas. Jembatan ini oleh Presiden diberi nama Suryo, yaitu nama seorang pejuang Jawa Timur dalam masa perang kemerdekaan yang kemudian dibunuh secara kejam oleh PKI dalam pemberontakannya di Madiun pada tahun 1948.

Setelah acara peresmian itu, Presiden Soeharto mengadakan temu wicaa dengan masyarakat sekitar waduk Gondang. Kepala Negara menganjurkan para pemuda desa yang daerahnya memiliki potensi air yang besar, misalnya di sekitar waduk, untuk mengembangkan usaha perikanan. Dikatakan oleh Presiden, daripada mereka pergi ke kota dan belum tentu memperoleh pekerjaan, adalah lebih baik memanfaatkan potensi daerah mereka sendiri. Dianjurkan oleh Kepala Negara agar mereka mengusahakan perikanan dengan menggunakan jaringan apung yang sudah banyak dilakukan di daerah-daerah lain. Dikemukakannya bahwa jenis ikan yang dapat dikembangkan dengan jaringan apung itu antara lain tawes, nila, ikan mas dan lele. Diungkapkan oleh Kepala Negara bahwa ia sendiri telah melakukannya di peternakan terpadunya di Tapos, Bogor. (AFR)

____________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 595-596. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.