1987-01-17 Lantik Tiga Dubes, Presiden Soeharto: Politik Luar Negeri Merupakan Pelaksanaan Amanat Pembukaan UUD 1945

Lantik Tiga Dubes, Presiden Soeharto: Politik Luar Negeri Merupakan Pelaksanaan Amanat Pembukaan UUD 1945[1]

 

 

SABTU, 17 JANUARI 1987 Tiga orang duta besar Indonesia yang baru, dilantik oleh Presiden Soeharto pagi ini di Istana Negara. Mereka adalah Duta Besar Djamaludin Yuda untuk Emirat Kuwait, Duta Besar Bambang Soemantri untuk Republik Demokrasi Rakyat Laos, dan Duta Besar Ferdi Salim untuk Kerajaan  Brunei Darrussalam.

Kepala Negara dalam pidato pelantikannya menjelaskan bahwa jika selama ini kita selalu menyerukan dan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat dunia yang damai dan pembangunan bangsa-bangsa yang berkeadilan, maka semuanya itu merupakan pelaksanaan dari amanat Pembukaan UUD 1945. Jika selama ini kita selalu berpihak pada perjuangan rakyat Palestina, mengutuk rasialisme yang keji di Afrika Selatan, meminta penarikan keluar semua pasukan asing dari negara-negara merdeka agar rakyat dapat menentukan nasibnya sendiri, maka semuanya itu merupakan pelaksanaan dari Pembukaan UUD. Demikian juga apabila kita terus menerus mengusahakan kerjasama Selatan-Selatan, kerjasama Utara-Selatan yang adil dan memperjuangkan Tata Ekonomi Dunia Baru, maka semuanya itu juga sebagai usaha kita untuk melaksanakan Pembukaan UUD. (AFR)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 565. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.