1987-01-14 Menerima Utusan Khusus Presiden Iran, Presiden Soeharto: Konflik Irak-Iran Merusak Persatuan Umat Islam

Menerima Utusan Khusus Presiden Iran, Presiden Soeharto: Konflik Irak-Iran Merusak Persatuan Umat Islam[1]

 

 

RABU, 14 JANUARI 1987 Presiden Soeharto, pada jam 08.00 pagi ini, menerima Jawad Mansuri, utusan khusus Presiden Iran, yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja. Dalam pertemuan tersebut, utusan khusus Presiden Iran itu menjelaskan kepada Presiden Soeharto alasan mengapa Iran menolak diselenggarakannya KTT OKI di Kuwait, dan mengapa negeri itu juga menolak penyelesaian atas peperangan dengan  Irak.

Pada kesempatan itu Presiden menyatakan harapannya bahwa meskipun Iran berpendapat demikian, mudah-mudahan hal itu tidak menutup kemungkinan untuk mencari jalan bagi penyelesaian perang. Dikatakan oleh Kepala Negara bahwa bagaimanapun juga konflik tersebut merugikan kedua belah pihak dan merusak persatuan umat Islam. (AFR)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 563-564. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.