1986-10-09 Hadiri Peringatan Jubileum 125 Tahun HKBP, Presiden Soeharto: Tanggung Jawab Keagamaan dan Kemasyarakatan Tidak Perlu Dipertentangkan

Hadiri Peringatan Jubileum 125 Tahun HKBP, Presiden Soeharto: Tanggung Jawab Keagamaan dan Kemasyarakatan Tidak Perlu Dipertentangkan

 

KAMIS, 9 OKTOBER 1986 Presiden Soeharto hari ini menghadiri upacara peringatan jubileum 125 tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berlangsung di Sipoholon, Tarutung, Sumatera Utara. Menyambut jubileum itu, Kepala Negara mengingatkan bahwa di berbagai bagian dunia ini ada bangsa-bangsa yang menghadapi masalah dan kadang­ kadang pergolakan yang berkepanjangan karena fanatisme agama. Sebagian lainnya lagi ada yang membatasi kegiatan keagamaan karena memandang seolah-olah kaidah kaidah keagamaan menjadi perintang bagi kemajuan. Kita bersyukur, demikian Presiden, karena dalam negara Pancasila ini kedua malapetaka itu tidak kita alami.
Ditegaskan oleh Presiden bahwa di negeri kita, tanggungjawab keagamaan dan tanggungjawab kemasyarakatan dari semua pemeluk agama tidaklah terpisah, apalagi dipertentangkan. Kedua tugas itu ditunaikan sebaik-baiknya dan dengan rasa tanggungjawab yang sebesar-besamya dalam rangka cita-cita bersama membangun masyarakat Pancasila di negeri yang berdasarkan Pancasila ini. (AFR)

_______________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 516. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.