1986-09-08 Buka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) IV, Presiden Soeharto: Kita Harus Pandai Tentukan Prioritas Pembangunan

Buka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) IV, Presiden Soeharto: Kita Harus Pandai Tentukan Prioritas Pembangunan

SENIN, 8 SEPTEMBER 1986 Pukul 09.00 pagi ini Presiden Soeharto membuka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) IV yang berlangsung di Balai Sidang Senayan. Kipnas IV ini berlangsung hingga tanggal 12 September yang akan datang dan diikuti 1.131 peserta dari seluruh Indonesia.
Dalam amanatnya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa dalam keadaan sumber-sumber dana kita yang serba terbatas dewasa ini, maka kita harus pandai-pandai menentukan prioritas-prioritas. Pada tahap pembangunan sekarang ini titik berat perhatian kita pada ilmu pengetahuan dan teknologi haruslah pada masalah-masalah yang dapat diterapkan hasilnya pada jangka dekat, dengan tidak mengabaikan pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang perlu kita terapkan dalam jangka panjang.
Dikatakannya bahwa untuk membangun manusia Indonesia yang utuh dan untuk membangun Indonesia yang maju diatas kepribadian sendiri itu juga diperlukan manfaat ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan yang menyangkut masalah-masalah sosial dan manusia Indonesia itu sendiri. Karena itu disamping kita menaruh perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan penguasaan kita kepada segala sesuatu yang serta benda, maka kita sama sekali tidak boleh mengabaikan perhatian pada ilmu pengetahuan sosial yang menyangkut manusia Indonesia. Dengan perhatian yang tetap seimbang itu, kita akan dapat melaksanakan keselarasan pembangunan yang kita cita-citakan, yaitu keseimbangan dan keselarasan pembangunan lahir dan pembangunan batin bangsa kita. (AFR)

_____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 503-504. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.