1986-06-23 Buka Indonesia Air Show, Presiden Soeharto: Kita Membuat Penilaian, Apa yang Sudah Kita Capai, Apa yang Belum

Buka Indonesia Air Show, Presiden Soeharto: Kita Membuat Penilaian, Apa yang Sudah Kita Capai, Apa yang Belum[1]

SENIN, 23 JUNI 1986 Presiden Soeharto pagi ini meresmikan Pameran Kedirgantaraan Indonesia (Indonesia Air Show) 1986 yang diadakan di lapangan terbang Kemayoran. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia menyelenggarakan pameran semacam ini. Dengan didampingi oleh Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie, selaku penanggungjawab pameran, Kepala Negara menembakkan pistol ke udara sebagai tanda peresmian IAS 1986. Pameran ini menurut rencana akan diadakan sekali dalam sepuluh tahun.

Menyambut pameran ini dengan penuh kegembiraan, Presiden mengatakan bahwa hari ini merupakan hari yang akan dicatat dalam sejarah perkembangan dan pertumbuhan kedirgantaraan Indonesia. Hari ini menjadi hari yang bersejarah, sebab mulai hari ini akan berlangsung suatu pameran yang bersifat internasional, yang tidak terlalu banyak negara yang dapat menyelenggarakannya.

Lebih jauh dikatakan oleh Kepala Negara bahwa dengan pameran ini kita melihat kembali ke belakang dan membuat penilaian mengenai apa yang telah kita kerjakan dan apa yang belum dapat kita kerjakan, menilai apa yang telah dapat kita hasilkan dan apa yang belum dapat kita hasilkan, menilai kekuatan-kekuatan apa yang telah dapat kita kembangkan dan menilai kelemahan-kelemahan yang masih melekat pada industri pesawat terbang kita. Dengan penilaian yang mendalam itu, kita memandang sepuluh tahun ke depan, malahan memandang jauh lebih ke depan lagi.

Kemudian dikatakannya bahwa karena kita bertekad untuk menguasai teknologi tinggi secara berencana dan bertahap, maka Pameran Kedirgantaraan Indonesia ini juga kita adakan sepuluh tahun sekali, yaitu pada setiap tahap sepuluh tahun perkembangan industri penerbangan kita. Dengan demikian kita akan selalu mempunyai perspektif yang jelas mengenai tantangan dan kesempatan yang berada di hadapan kita. (AFR)

________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 475-476. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.