1986-04-15 Buka Kongres PDI, Presiden Soeharto: Kemandirian Bangsa Harus Bersemi dari Kekuatan-Kekuatan Sosial Politik

Buka Kongres PDI, Presiden Soeharto: Kemandirian Bangsa Harus Bersemi dari Kekuatan-Kekuatan Sosial Politik[1]

SELASA, 15 APRIL 1986 Pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto menghadiri upacara pembukaan Kongres ke-3 Partai Demokrasi Indonesia yang berlangsung di TMII, Jakarta Timur. Memberikan sambutannya di hadapan tokoh PDI yang berdatangan dari segenap pelosok tanah air itu, Presiden antara lain mengatakan bahwa proses pembaharuan dan penyegaran kehidupan politik memasuki tahap baru setelah kita menegaskan melalui undang undang Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi sosial politik maupun organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam tahun 1985.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa ternyata diperlukan waktu tidak kurang dari dua puluh tahun setelah kita memutuskan untuk memperbaharui dan menyegarkan kehidupan politik di tahun 1966 dan empat puluh tahun setelah kita menyatakan Pancasila sebagai dasar negara di tahun 1945 untuk melaksanakan ketetapan hati kita dalam hukum dan kenyataan. Karena itulah ia pernah mengatakan, demikian Presiden, bahwa pembangunan kehidupan politik merupakan bagian yang sulit dari proses pembangunan bangsa dan negara kita.

Selanjutnya Presiden mengatakan bahwa sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional, maka kekuatan-kekuatan sosial politik adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Sebagai salah satu modal dasar pembangunan maka semua kekuatan sosial politik hanya dapat menjalankan peranannya sebagai penyalur aspirasi rakyat jika ia mempunyai wawasan kebangsaan dan mengembangkan kegiatannya demi kepentingan bangsa, yaitu memberi sumbangan yang sebesar-besamya dan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan nasional yang telah kita tegaskan dalam Pembukaan UUD.

Akhirnya Kepala Negara mengatakan bahwa jika kita bertekad untuk untuk menegakkan demokrasi di negeri ini, maka demokrasi itu pun harus mulai tumbuh dalam diri kekuatan-kekuatan sosial politik itu sendiri. Jika kita bertekad untuk mengembangkan kebebasan yang bertanggungjawab, maka kebebasan yang bertanggungjawab itu pertama-tama harus berkembang dalam tubuh kekuatan-kekuatan sosial politik itu sendiri. Jika kita bertekad untuk mandiri sebagai bangsa, maka semangat kemandirian itu pertama-tama juga harus bersemi dari dalam tubuh kekuatan-kekuatan sosial politik itu sendiri.

Demikian antara lain amanat Presiden. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 453-454. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.