1986-02-24 Hadiri Mahasabha Parisadha Hindhu Dharma, Presiden Soeharto: Hendaknya Agama Memberi Kekuatan Moral Jalannya Pembangunan

Hadiri Mahasabha Parisadha Hindhu Dharma, Presiden Soeharto: Hendaknya Agama Memberi Kekuatan Moral Jalannya Pembangunan [1]

 

SENIN, 24 FEBRUARI 1986 Tiba di Bali pagi ini, Presiden dan Ibu Soeharto menghadiri upacara pembukaan Mahasabha Ke-5 Parisadha Hindhu Dharma se-Indonesia, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Yuwana Mandala, Denpasar. Dalam upacara yang berlangsung pada jam 10.00 pagi itu, Presiden Soeharto memasang obor sebagai tanda peresmiannya. Upacara ini antara lain dihadiri oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali dan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra.

Dalam sambutannya, Presiden antara lain mengatakan bahwa dalam negara yang berdasarkan Pancasila, agama menempati kedudukan yang mulia. Hal ini mencerminkan kepribadian bangsa kita yang mempunyai rasa keagamaan yang kuat. Selanjutnya Presiden berharap agar masing-­masing umat beragama hendaknya mampu memelihara kerukunan. Kita harus menyadari bahwa keberagamaan kita tidak bisa diukur dengan besar kecil jumlah pemeluk. Semua kelompok umat beragama harus hormat menghormati keyakinan masing-masing, tanpa membeda-bedakan besar kecilnya pemeluk agama yang bersangkutan.

Akhirnya, Kepala Negara mengatakan bahwa agama-agama di Indonesia hendaknya dapat memberi sumbangan yang sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya bagi pembangunan bangsa kita dengan ikut memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, memberi motivasi dan inspirasi kepada pemeluk-pemeluknya untuk bekerja keras dalam rangka pembangunan nasional, serta memberi kekuatan moral dan akhlak kepada jalannya pembangunan nasional itu menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila yang menjadi idam-idaman kita semua. (AFR)

____________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 422-423. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.