1986-12-03 Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Instruksikan Semua Instansi Dukung Sepenuhnya Kendalikan Hama Wereng Coklat

Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Instruksikan Semua Instansi Dukung Sepenuhnya Kendalikan Hama Wereng Coklat

RABU, 3 DESEMBER 1986 Pukul 10.00 pagi ini, Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas bidang Ekuin yang berlangsung selama dua jam di Bina Graha. Didalam sidang yang masih ditandai oleh suasana keprihatinan akan serangan hama wereng coklat di berbagai daerah, Kepala Negara menyerukan kepada para petani agar mengubah cara pemakaian pestisida yang biasa dilakukan selama ini lewat paket pancausaha tani dalam rangka program Bimas. Dijelaskan oleh Presiden bahwa jika dalam pancausaha tani, pestisida sebagai usaha pencegahan yang merupakan satu paket tetap disemprotkan dalam keadaan ada hama atau tidak, maka sekarang pestisida hanya digunakan untuk pemberantasan. Ditambahkannya bahwa usaha pencegahannya dilakukan melalui pola tanam dan pemilihan varietas.
Selain meminta masyarakat petani mengubah cara penggunaan pestisida, Presiden juga memberi petunjuk agar masyarakat, khususnya kaum tani, benar-benar memperhatikan usaha yang sedang dikembangkan secara terpadu dalam menghadapi masa peralihan tanaman padi. Disamping itu, Kepala Negara menginstruksikan semua instansi dan lembaga agar membantu sepenuhnya pelaksanaan pengendalian hama wereng coklat, termasuk pengiriman pestisida ke daerah-daerah yang terserang. Berkenaan dengan ini pula, secara khusus Presiden bahkan meminta ABRI supaya menyiapkan suatu satuan tugas yang bisa dikerahkan sewaktu-waktu guna membantu pengiriman pestisida ke daerah-daerah. (AFR)

_________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 537. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.