1985-04-24 Hadiri Peringatan KAA di Bandung, Presiden Soeharto: Kemerdekaan Politik Tidak Berarti Tanpa Pembangunan Nasional

Hadiri Peringatan KAA di Bandung, Presiden Soeharto: Kemerdekaan Politik Tidak Berarti Tanpa Pembangunan Nasional[1]

 

RABU, 24 APRIL 1985 Peringatan 30 tahun Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Bandung pagi ini. Acara peringatan yang meriah dan diselenggarakan di Gedung Merdeka itu dihadiri oleh para menteri luar negeri atau utusan dari berbagai negara Asia-Afrika.

Didalam pidatonya, Presiden Soeharto mengatakan bahwa 30 tahun yang silam, tepatnya dari tanggl 18 sampai dengan 24 April 1955, para negarawan dan pemimpin terkemuka dari 29 negara Asia-Afrika bersidang di Gedung Merdeka ini. Di sinilah dirumuskan jawaban-jawaban yang tepat terhadap masalah-masalah penting yang sedang dihadapi negara­negara Asia-Afrika yang sebagian besar baru saja memperoleh kemerdekaan.

Selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa kecuali di satu dua tempat, kemerdekaan politik telah berada di tangan bangsa-bangsa di kedua benua kita. Namun kemerdekaan politik saja tidak banyak artinya, jika tidak segera kita isi dengan pembangunan nasional yang memberi kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat-rakyat kita. Selain itu, pengalaman menunjukkan kepada kita bahwa keterbelakangan dan keadaan sosial ekonomi yang tidak segera membaik acapkali menjadi awal dari pergolakan politik dan menjadi penghambat proses integrasi bangsa yang mantap. Keadaan menjadi lebih gawat karena kerawanan-kerawanan tadi tidak jarang dimanfaatkan oleh kekuatan dari luar.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengemukakan pendapatnya bahwa solidaritas Asia-Afrika sangat diperlukan untuk kurun waktu sekarang ini. Solidaritas itu tidak hanya berkiprah di bidang politik saja, melainkan juga di bidang ekonomi dan kebudayaan. Dikatakannya bahwa semangat solidaritas antar bangsa —bukan intervensi dan konfrontasi— akan sangat mendorong berhasilnya pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 315. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.