1985-04-03 Dihadiri PM Lee Kuan Yew, Presiden Soeharto Resmikan Pabrik Semen Tonasa III

Dihadiri PM Lee Kuan Yew, Presiden Soeharto Resmikan Pabrik Semen Tonasa III[1]

RABU, 3 APRIL 1985 Di desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, lebih kurang 60 kilometer di Utara Ujung Pandang, Presiden Soeharto meresmikan Unit III Pabrik Semen Tonasa. Pabrik yang dibangun dengan biaya sebesar Rp98,8 miliar ini menghasilkan 510.000 ton semen per tahun. Selain Ibu Soeharto, acara peresmian ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri dan Nyonya Lee Kuan Yew, serta sejumlah pejabat tinggi Indonesia. Setelah menekan tombol dan menandatangani prasasti, Presiden Soeharto mengajak PM Lee Kuan Yew untuk bersama-sama menandatangani kantong semen produksi perdana Pabrik Tonasa III.

Dalam pidato peresmiannya, Kepala Negara mengatakan bahwa dengan adanya kelebihan produksi semen, sekarang kita akan memasuki tahap ekspor semen secara lebih teratur dan mantap. Demikian pula, kita harus memasuki tahap ekspor non-migas lainnya dengan keteraturan dan kemantapan yang sebaik-baiknya.

Dalam hubungan itu selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa kita menyadari bahwa pasaran internasional penuh dengan persaingan yang ketat. Karena itulah ia akhir-akhir ini sering menyerukan agar kita semua dan di segala bidang meningkatkan mutu dan efisiensi yang setinggi­tingginya, sehingga kita tidak terjerat dalam ekonomi biaya tinggi. Lebih jauh dikatakan oleh Presiden bahwa Pemerintah terus menerus berusaha meningkatkan efisiensi nasional itu, antara lain dengan menyederhanakan prosedur-prosedur dan meniadakan hambatan-hambatan yang masih ada.

Pada akhir pidatonya, Kepala Negara mengajak seluruh dunia usaha —baik dalam lingkungan perusahaan-perusahaan negara maupun swasta— untuk bersama-sama meningkatkan efisiensi dalam arti yang seluas-luasnya dalam bidang masing-masing.

Setelah acara peresmian pabrik semen tersebut, Presiden dan Ibu Soeharto kembali ke Jakarta melalui Ujung Pandang. Sementara itu PM Lee Kuan Yew dan rombongannya baru akan meninggalkan Ujung Pandang besok pagi. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 309-310. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.