1985-02-06 Dipimpin Presiden Soeharto, Sidang Kabinet Bahas Kuota Ekspor Batik ke AS

Dipimpin Presiden Soeharto, Sidang Kabinet Bahas Kuota Ekspor Batik ke AS [1]

RABU, 6 FEBRUARI 1985 Pada jam 10.00 pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas bidang Ekum yang berlangsung di Bina Graha. Dalam sidang yang berlangsung selama dua jam itu telah diputuskan, antara lain, untuk lebih meningkatkan produksi tanaman palawija dan sayur-sayuran dalam rangka menghadapi musim tanam mendatang. Sebagai latarbelakang daripada keputusan tersebut, Presiden mengatakan bahwa karena Indonesia sudah berhasil meningkatkan produksi beras, maka sudah saatnya kini kita meningkatkan produksi tanaman palawija dan sayur-sayuran.

Kepada sidang Menteri Keuangan telah melaporkan tentang perkembangan moneter. Diungkapkannya bahwa laju inflasi selama bulan Januari 1985 tercatat sebesar 0,46%. Dengan demikian laju inflasi untuk tahun anggaran yang sedang berjalan adalah 3,92%.

Sementara itu Menteri Perdagangan melaporkan tentang perundingan bilateral RI-AS mengenai pertekstilan. Dalam perundingan itu telah disepakati bahwa AS akan memberikan kuota khusus untuk ekspor batik dan pakaian jadi dari Indonesia. Selain itu dilaporkan pula oleh Menteri Perdagangan bahwa nilai ekspor Indonesia pada bulan November 1984 mencapai US$1.619,5 juta, sedangkan nilai impor adalah US$1.244,5 juta. (AFR)

____________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 286-287. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.