1985-01-14 Meresmikan Pakar Dago Bandung, Presiden Soeharto Mengemukakan Semboyan “Membangun Tanpa Merusak”

Meresmikan Pakar Dago Bandung, Presiden Soeharto Mengemukakan Semboyan “Membangun Tanpa Merusak”[1]

SENIN, 14 JANUARI 1985 Pagi ini, di Pakar Dago, Bandung, Presiden Soeharto meresmikan daerah Pakar Dago menjadi “Taman Rutan Raya Ir H Djuanda”. Sebagai tanda peresmian, Presiden menanam lima batang pohon pisang.

Dalam kata sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa Taman Rutan Raya ini merupakan bagian dari usaha kita untuk melaksanakan pembangunan dalam arti yang seluas-luasnya, karena taman ini akan menunjang usaha penanggulangan banjir bagi daerah cekungan Bandung, disamping penampungan sumber air yang penting artinya bagi kota yang bersejarah ini.

Presiden mengingatkan bahwa kelestarian alam dan lingkungan merupakan salah satu usaha kita yang sangat penting dalam mengamankan pembangunan jangka panjang. Pengalaman bangsa-bangsa lain memberi pelajaran yang sangat berharga kepada kita semua betapa pembangunan yang mengabaikan kelestarian alam akhirnya mendatangkan kesulitan-kesulitan yang besar dan berlarut-larut. Itulah sebabnya kita selalu mengemukakan semboyan: membangun tanpa merusak. Demikian antara lain pesan Presiden.(DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 275-276. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.