1984-11-12 Presiden Soeharto Menerima Surat-Surat Kepercayaan Dubes Vietnam dan Venezuela

Presiden Soeharto Menerima Surat-Surat Kepercayaan Dubes Vietnam dan Venezuela

SENIN, 12 NOVEMBER 1984 Bertempat di Istana Merdeka, pagi ini secara berturut-turut Presiden Soeharto menerima surat-surat kepercayaan dari Duta Besar Republik Sosialis Vietnam, Tran Huy Chuong, dan Duta Besar Republik Venezuela, Dr Jesus Garcia Coronado.
Dalam pidato penerimaan surat kepercayaan Duta Besar Vietnam, Presiden mengatakan bahwa Indonesia percaya bahwa dunia akan damai dan sejahtera jika semua bangsa secara tulus mengembangkan hubungan atas dasar saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Ditegaskan oleh Presiden bahwa itulah sikap dasar yang dikembangkan Indonesia dalam membina hubungan yang konstruktif dengan negara­negara tetangganya.
Dikatakannya bahwa hubungan yang demikian merupakan kepentingan kita bersama yang hidup di kawasan ini. Lebih-lebih lagi karena kita semua harus membangun diri demi kemajuan, kesejahteraan, dan nilai-nilai kehidupan kita masing-masing. Untuk itu stabilitas dan perdamaian merupakan unsur yang mutlak diperlukan. Sebab, demikian Kepala Negara, tanpa perdamaian maka pembangunan tidak mungkin dilaksanakan.
Sementara itu, ketika menyambut pidato Duta Besar Venezuela, Presiden mengatakan bahwa kedua negara dapat meningkatkan kerjasama, terutama di bidang kebudayaan, pendidikan, dan teknologi. Di samping itu, kita juga perlu memandang pembangunan sebagai bagian dari perwujudan cita-cita pembangtman bangsa-bangsa dunia ketiga, yang akan lebih berhasil jika semua negara yang sedang membangun dapat bersatu padu dan saling membantu. Ditekankan oleh Kepala Negara bahwa usaha kedua negara dalam meningkatkan persatuan tersebut antara lain telah ditunjukkan kepada dunia pada sidang OPEC di Jenewa yang lalu, yang telah berhasil mencapai kesepakatan bersama untuk mengatasi tantangan yang sama-sama kita hadapi (AFR)

_________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 236. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.