1984-10-22 Jamu Yang Dipertuan Negara Brunei, Presiden Soeharto: Dunia Masih Dicekam Berbagai Konflik

Jamu Yang Dipertuan Negara Brunei, Presiden Soeharto: Dunia Masih Dicekam Berbagai Konflik

SENIN, 22 OKTOBER 1984 Malam ini, bertempat di Istana Negara, Presiden dan Ibu Soeharto menyelenggarakan jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormat kunjungan Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam dan Raja Isteri Pengiran Anak Saleha di Indonesia. Sultan Hassanal Bolkiah tiba di pelabuhan udara intemasional Halim Perdanakusuma pukul 12.00 siang tadi, untuk suatu kunjungan kenegaraan selama empat hari. Sebelum jamuan makan malam dilakukan tukar menukar cindera mata. Presiden Soeharto memberikan sebilah keris kepada Sultan Hassanal Bolkiah, dan lbu Tien memberikan seperangkat peralatan makan dari perak kepada permaisuri Sultan. Sementara itu Sultan Hassanal Bolkiah memberikan seperangkat tempat minum kepada Presiden Soeharto, dan permaisurinya memberikan tempat buah kepada lbu Soeharto.
Menyambut tamunya di Istana Negara malam ini, Presiden Soeharto mengungkapkan keyakinannya bahwa kunjungan Sultan Hasanal Bolkiah ini akan makin mempererat tali persaudaraan dan kerjasama antara kedua bangsa dan negara. Dikatakan oleh Presiden bahwa ia melihat banyak bidang kerjasama yang dapat dilakukan oleh kedua negara dalam rangka usaha mencapai tujuan masing-masing dan bersama-sama.
Sebelumnya, Kepala Negara juga menyatakan rasa syukurnya bahwa begitu merdeka, Brunei Darussalam langsung masuk menjadi anggota ASEAN. Menyangkut perkumpulan bangsa-bangsa Asia Tenggara ini Presiden mengatakan bahwa tugas ASEAN di tahun tahun mendatang akan penuh ujian, karena lingkungan sekitarnya dan dunia pada umumnya masih penuh dengan berbagai kerawanan. Hal ini karena dunia masih dicekam oleh berbagai konflik, dan dicemaskan oleh perkembangan ekonomi yang belum menentu. Namun dengan terus memperkuat persatuan dan terus memegang semangat ASEAN, maka cita-cita dan tujuan ASEAN pasti akan terwujud. (AFR)

______________________

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.