1984-07-07 Menerima Sejumlah Menteri Presiden Soeharto Bahas Penghentian Ekspor Log (Kayu Gelondongan)

Menerima Sejumlah Menteri Presiden Soeharto Bahas Penghentian Ekspor Log (Kayu Gelondongan)[1]

SABTU, 7 JULI 1984 Siang ini di Bina Graha, Presiden Soeharto, mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator bidang Ekuin/ Pengawasan Pembangunan, Ali Wardhana, serta Menteri Kehutanan Sudjarwo, Menteri Keuangan Radius Prawiro, Menteri Perindustrian Hartarto, dan Menteri Perdagangan Rachmat Saleh. Ikut pula menghadiri pertemuan itu, Ketua BKPM Suhartoyo, dan Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan, Djunaedi Hadisumarto.

Dalam pertemuan itu Presiden Soeharto telah mengemukakan harapannya agar nilai tambah hasil hutan produksi dapat lebih ditingkatkan lagi. Dengan demikian manfaat hutan dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas. Ditekankan pula oleh Presiden agar pengelolaan hutan ditingkatkan, sehingga seluruh hutan di Indonesia benar-benar aman dari bahaya kebakaran dan kerusakan.

Sehubungan dengan rencana penghentian ekspor kayu gelondongan (log) secara total pada tahun 1985, Presiden memperkirakan bahwa industri perkayuan di dalam negeri terus meningkat, sehingga tidak mustahil akan menimbulkan masalah. Untuk menghindarkan terjadinya hal yang demikian, Kepala Negara meminta supaya sejak sekarang dipikirkan pengaturannya, sehingga jumlah pabrik perkayuan seimbang dengan bahan baku (log) yang tersedia dan dengan daya serap pemasaran produksinya. Untuk itu Presiden menginstruksikan supaya ekspor kayu ramin dikurangi, karena kayu tersebut dapat lebih dimanfaatkan lagi di dalam negeri sebagai bahan baku kerajinan dan industri peralatan rumah tangga. (AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 182. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.