1984-04-19 Menerima Peserta Rapim ABRI, Presiden Soeharto: Pikiran dan Langkah ABRI Harus Jangka Panjang

Menerima Peserta Rapim ABRI, Presiden Soeharto: Pikiran dan Langkah ABRI Harus Jangka Panjang[1]

 

KAMIS, 19 APRIL 1984 Lebih kurang 175 peserta Rapim ABRI 1984 diterima Presiden Soeharto di Istana Negara pada jam 09.00 pagi ini. Dalam laporan kepada Presiden, Panglima ABRI Jenderal LB Murdani menjelaskan tentang hasil yang dicapai oleh Rapim ABRI tahun ini, yaitu mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja 1983/1984, merumuskan rencana strategis Hankam III, dan mengadakan evaluasi terhadap kelemahan-kelemahan yang masih dihadapi ABRI serta upaya-upaya penanggulangannya.

Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa pikiran dan langkah-langkah ABRI tidak boleh hanya menjangkau jangka dekat saja, melainkan harus menjangkau segi-segi pembangunan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya dan sekaligus menjangkau masa depan yang berjangka panjang. Menurut Presiden, hal itu lebih lebih mutlak, karena kita telah bertekad untuk melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Ini berarti bahwa peranan ABRI terutama harus ikut mendorong, menjamin dan mengamankan pelaksanaan pembangunan.

Dikemukakan lebih jauh oleh Kepala Negara bahwa dari sekarang dapat kita perkirakan betapa berat perjalanan yang akan kita tempuh. Dalam perjalanan itu, sama halnya dengan perjalanan bangsa kita di masa lampau, ABRI pun diharapkan dapat mengemban tugas sejarahnya dengan berhasil. ABRI bukan hanya harus menyiapkan diri sebagai kekuatan pertahanan keamanan yang tangguh dalam situasi masa depan itu, melainkan juga menjadi kekuatan sosial politik dalam masyarakat Indonesia yang lebih maju dan modem dari sekarang. Demikian antara lain dikatakan oleh Presiden. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 146-147. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.