1984-02-06 Buka Raker Perindustrian, Presiden Soeharto Tekankan Enam Kebijakan

Buka Raker Perindustrian, Presiden Soeharto Tekankan Enam Kebijakan[1]

SENIN, 6 FEBRUARI 1984 Bertempat di Istana Negara, pagi ini Presiden Soeharto membuka rapat kerja Departemen Perindustrian. Dalam amanatnya kepada peserta rapat kerja tersebut, Kepala Negara telah memberikan pengarahan tentang kebijaksanaan pembangunan sektor industri dalam Repelita IV. Kebijaksanaan itu adalah, pertama, pembangunan industri harus dapat mengembangkan struktur ekonomi nasional kita. Untuk itu perlu disusun program terpadu yang saling menunjang antara sektor industri dengan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Kedua, struktur industri sendiri harus makin diperkuat dan diperdalam. Dalam beberapa bidang, memperkuat dan memperdalam struktur industri perlu melibatkan industri berskala besar; namun kegiatan-kegiatan produksinya harus didukung dan diperkuat oleh pengembangan serangkaian industri berskala kecil dan menengah. Ketiga, pembinaan industri kecil perlu terus ditingkatkan dalam Repelita IV, karena justru sektor ini akan ikut membantu memecahkan masalah kesempatan kerja.

Keempat, peranan bangsa Indonesia sendiri didalam usaha pembangunan industri harus makin diperbesar. Bangsa Indonesia sendiri harus makin mampu dalam melakukan rancang bangun dan perekayasaan baik untuk pembangumm pabrik maupun untuk pembuatan produk-produk industri. Juga dalam mengelola usaha industri., dalam memilih dan mengembangkan teknologi, dalam menguasai keteknikan, dan sebagainya. Program untuk mempercepat berlangsungnya proses alih teknologi harus terus dimantapkan.

Kelima, peningkatan ekspor hasil-hasil industri harus merupakan usaha nasional. Untuk itu kita harus berusaha sekuat tenaga agar barang-barang kita mempunyai daya saing yang kuat di pasaran luar negeri. Keenam, kita semua perlu menyadari bahwa tahap industrialisasi suatu masyarakat adalah tahap yang sulit dan mengandung kerawanan-kerawanan, karena tidak siapnya masyarakat menghadapi perubahan-perubahan besar yang dibawa oleh proses industrialisasi. Karena itu, masyarakat industri yang kita bangun harus tetap menjamin terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkepribadian, maju, sejahtera, adil dan lestari berdasarkan Pancasila. (AFR)

________________________

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 117-118. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.