1983-12-05 Berbicara Empat Mata dengan Presiden Soeharto, PM Papua Nugini Tegaskan Tidak Akan Beri Angin Sparatis Irian Jaya

Berbicara Empat Mata dengan Presiden Soeharto, PM Papua Nugini Tegaskan Tidak Akan Beri Angin Sparatis Irian Jaya

SENIN, 5 DESEMBER 1983 Jam 10.30 pagi ini Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan empat mata dengan PM Somare di Istana Mer­deka. Dalam pembicaraan yang berlangsung selama dua jam itu, kedu pemimpin telah memusatkan perhatian pada masalah bilateral kedua negara.
Kepada PM Somare, Presiden Soeharto menjelaskan tentang program pembangunan nasional serta landasan fasafah bangsa Indonesia. Mengenai pembangunan, Kepala Negara mengemukakan bahwa pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bersamarakyatlndonesiamerupakan pembangunan nasional dan tidak ada maksud sedikitpun untuk membuat masalah yang bisa menimbulkan ketegangan diantara negara tetangga dan negara sahabat.
Tentang pembangunan di Irian Jaya, Presiden menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bahagian dari pembangunan nasional yang sekarang ini sedang giat-giatnya dilaksanakan di seluruh tanah air. Begitu pula halnya dengan program transmigrasi di Irian Jaya yang juga merupakan bagian dari program transmigrasi nasional. Dalam hal ini Presiden mengharapkan agar Papua Nugini tidak perlu khawatir, sebab Indonesia tidak mempunyai sesuatu maksud selain melaksanakan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.
Dalam pertemuan itu, PM Somare menegaskan kembali bahwa pemerintahnya tidak akan merestui dan memberi angin kepada gerakan separatis Irian Jaya, seperti OPM dan sebagainya. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pemerintahnya akan berusaha terus untuk menggalang dan meningkatkan hubungan persahabatan dengan Indonesia.
Bertempat di Istana Negara, Presiden dan Ibu Soeharto malam ini menyelenggarakan santap malam kenegaraan untuk menghormat PM Michael Somare. Dalam sambutannya pada acara tersebut, Kepala Negara mengatakan bahwa secara geografis kedua negara adalah sangat dekat. Namun yang kita inginkan adalah lebih dekatnya hubungan batin, saling percaya, saling mengerti dan persahabatan yang tulus ikhlas. Selanjutnya dikatakannya bahwa Indonesia selalu mengembangkan bersama-sama suasana saling percaya, saling mengerti dan persahabatan, baik di lingkungan negara-negara ASEAN maupun bersama-sama negara-negara tetangganya di wilayah Pasifik Barat Daya. Ditegaskan oleh Presiden bahwa dengan suasana kawasan yang damai dan stabil, kita akan dapat memusatkan perhatian pada medan juang yang tidak ringan, yaitu membangun masa depan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat kita masing-masing, disamping demi kemajuan dan kesejahteraan kawasan bersama. (AFR)

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.