1983-09-06 Presiden Soeharto: Indonesia Upayakan Pengakuan & Permintaan Maaf Soviet Atas Penembakan Pesawat Penumpang Korsel

Presiden Soeharto: Indonesia Upayakan Pengakuan & Permintaan Maaf Soviet Atas Penembakan Pesawat Penumpang Korsel

SELASA, 6 SEPTEMBER 1983 Presiden Soeharto menggariskan bahwa Indonesia akan mengusahakan agar Uni Soviet memberikan pengakuan atas kasus penembakan pesawat penumpang Korea Selatan, Boeing-747 KAL, selain mengajukan permintaan maaf. Pemerintah Indonesia akan mengusahakan agar Uni Soviet mau berjanji untuk mematuhi ketentuan ICAO, dan sesuai dengan Konvensi Chicago, harus memberikan ganti rugi. Demikian dikatakan oleh Menteri Perhubungan, Rusmin Nuryadin, setelah menghadap Kepala Negara pagi ini di Bina Graha. Ia menghadap Presiden untuk menyampaikan laporan tentang masalah-masalah prasarana perhubungan. Selain itu iajuga menyampaikan keterangan-keterangan yang bersifat teknis mengenai penembakan pesawat Boeing-747 KAL itu. Dikatakannya bahwa petunjuk Presiden tersebut diberikan sebagai bahan bagi sikap Indonesia dalam pertemuan ICAO yang akan datang. (AFR)

_______________________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 55. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.