1983-06-21 Buka Konferensi Indo Energi, Presiden Soeharto: Indonesia Harus Tiba Pada Tingkat Membangun dengan Kekuatan Sendiri

Buka Konferensi Indo Energi, Presiden Soeharto: Indonesia Harus Tiba Pada Tingkat Membangun dengan Kekuatan Sendiri [1]

SELASA, 21 JUNI 1983 Pukul 09.00 pagi ini, Presiden Soeharto membuka secara resmi Konferensi Indo Energi 1983 di Istana Negara. Konferensi internasional ini dihadari oleh lebih kurang 350 utusan dari berbagai negara. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia telah mengerahkan segala kemauan dan kemampuannya untuk membangun. Namun demikian, Indonesia menyadari bahwa masalah dan tantangan yang dihadapinya jauh lebih besar lagi. Karena itu Indonesia memberi arti penting kepada kerjasama dengan luar negeri, baik antara Pemerintah maupun dengan perusahaan-perusahaan swasta.

Selanjutnya Presiden mengungkapkan kegembiraannya karena pintu yang dibuka bagi penanam modal asing telah mendapat sambutan yang memadai. Partisipasi penanaman modal asing di Indonesia cukup positif bagi kelancaran pembangunan nasional Indonesia. Dan apabila ini dapat dilanjutkan, demikian Kepala Negara, tentu akan memberikan sumbangan yang penting dalam usaha Indonesia mencapai kemajuan dan kemandirian.

Pada kesempatan itu Kepala Negara mengingatkan bahwa perekonomian dunia tidak akan pernah stabil dan maju secara sehat, jika masih ada negara yang selamanya tergantung atas belas kasihan negara lain, menjadi beban bangsa lain. Dalam rangka itu, dengan membangun secara bertahap dan sambung menyambung, Indonesia harus tiba pada tingkat membangun dengan kekuatan sendiri dan dengan tenaga serta pikiran putera-putera Indonesia sendiri. Oleh karena itu Indonesia mengajak para penanam modal asing untuk proses pengindonesiaan. (AFR)

_________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 30-31. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.