1983-01-06 Presiden Soeharto Menyampaikan Keterangan Pemerintah Kepada Sidang Paripurna DPR

Presiden Soeharto Menyampaikan Keterangan Pemerintah Kepada Sidang Paripurna DPR[1]

KAMIS, 6 JANUARI 1983 Presiden Soeharto hari ini menyampaikan Keterangan Pemerintah tentang RAPBN Tahun 1983/1984 kepada sidang paripurna DPR. Dalam Keterangan Pemerintah itu, ia mengatakan bahwa atas dasar prinsip anggaran berimbang yang dinamis, peningkatan penerimaan dan peningkatan efisiensi pengeluaran, maka disusun RAPBN 1983/1984 yang berimbang dengan jumlah Rp 16,5 triliun lebih. Dari jumlah tersebut, penerimaan dalam negeri akan berjumlah Rp13,8 triliun lebih, sedangkan sisanya sekitar Rp2,7 triliun, berupa penerimaan pembangunan, yang berasal dari bantuan luar negeri.

Dari penerimaan itu, sekitar Rp7,2 triliun akan digunakan untuk pengeluaran rutin. Dengan demikian tabungan pemerintah akan berjumlah sebesar Rp6,5 triliun lebih, yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan. Ditambah dengan penerimaan pembangunan sebesar Rp2,7 triliun lebih, maka seluruh pengeluaran pembangunan akan mencapai hampir Rp9,3 triliun. Ini berarti suatu peningkatan sebesar 7,9% dibandingkan dengan anggaran pembangunan tahun 1982/1983.

Selanjutnya dikatakan Kepala Negara bahwa secara keseluruhan RAPBN 1983/1984 meskipun terbatas, tetap mengalami kenaikan sebesar 6,1% jika dibandingkan dengan anggaran negara yang sekarang. Sementara itu penerimaan dalam negeri yang sebesar Rp13,8 triliun akan terdiri dari pajak langsung sebesar Rp11 triliun lebih, pajak tidak langsung sebesar Rp2,2 triliun lebih dan penerimaan bukan pajak Rp502 miliar.(DTS)

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 629-630. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.