1982-12-31 Sampaikan Pidato Akhir Tahun, Presiden Soeharto Singgung Pengakuan Internasional Terhadap Wawasan Nusantara

Sampaikan Pidato Akhir Tahun, Presiden Soeharto Singgung Pengakuan Internasional Terhadap Wawasan Nusantara

JUM’AT, 31 DESEMBER 1982 Malam ini Presiden Soeharto menyampaikan pidato akhir tahunnya melalui TVRI dan RRI. Mengawali pidatonya dengan menilai pengalaman bangsa Indonesia dalam tahun ini, Kepala Negara mengatakan bahwa bagaimanapun juga, tahun 1982 ini akan kita tinggalkan dengan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakannya bahwa dalam tahun 1982 kita telah menyelesaikan tugas-tugas besar dan mencapai kemajuan-kemajuan lagi baik di bidang sosial politik, sosial ekonomi maupun pertahanan keamanan.
Diuraikannya, bahwa dalam tahun ini kita telah melaksanakan pemilihan umum yang berjalan dengan lancar, selamat dan sukses. Kemajuan besar lainnya adalah pengakuan dunia internasional terhadap Wawasan Nusantara, dengan ditandatanganinya Konvensi tentang Hukum Laut oleh hampir semua negara di Jamaika beberapa minggu yang lalu. Dalam tahun ini juga, berkat kerja keras DPR bersama-sama Pemerintah kita menghasilkan sejumlah undang-undang yang penting, seperti Undang-undang Penyempurnaan Undang-undang Pokok Pers serta
Undang-undang tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia. Meninjau perkembangan ekonomi nasional dalam tahun 1982, Presiden mengatakan bahwa walaupun awan resesi yang suram tetap meliputi dunia dan memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan bagi pembangunan Indonesia, namun keadaan ekonomi kita tetap terkendali dan derap pembangunan terns bergerak maju. Laju inflasi Indonesia selama tahun 1982 adalah sebesar 9,69%. Sementara itu, meskipun dalam tahun ini kita telah mengalami musim kering yang sangat panjang, produksi beras kita masih dapat meningkat melampaui 23 juta ton. Dikatakannya bahwa dengan produksi sebesar itu praktis kita sudah mulai dapat berswasembada beras.
Menghadapi tahun 1983, Kepala Negara mengingatkan agar kita perlu terus waspada. Setelah setahun ini kita mengalami musim kemarau yang luar biasa, maka kita harus bersikap waspada di hari-hari yang akan datang untuk menghadapi kemungkinan bahaya banjir, hama tanaman dan lain sebagainya. (AFR).

_____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 623-624. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.