1982-12-15 Peringati Hari Kebaktian Sosial, Presiden Soeharto: Peningkatan Mutu Hidup Menuntut Pengabdian

Peringati Hari Kebaktian Sosial, Presiden Soeharto: Peningkatan Mutu Hidup Menuntut Pengabdian

RABU, 15 DESEMBER 1982 Presiden dan Ibu Soeharto padajam 10.00 pagi ini menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Badan Musyawarah Nasional Kesejahteraan Sosial, Musyawarah Kerja Nasional Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat, Temu Wicara Karang Taruna dan Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Alam. Acara yang berlangsung di Istana Negara itu diadakan dalam rangka Hari Kebaktian Sosial Nasional ke-25 tanggal 20 Desember 1982.
Memberikan sambutan pada acara tersebut, Presiden antara lain menjelaskan mengapa Hari Kebaktian Sosial Nasional jatuh pada tanggal 20 Desember, satu hari setelah Belanda, 34 tahun yang lalu, menyerbu dan menduduki Yogyakarta. Peristiwa itu memperlihatkan bagaimana rakyat bersama-sama ABRI sebagai pelopornya melanjutkan perjuangan dengan melancarkan perang gerilya. Pengkaitan dengan agresi Belanda itu ingin ditunjukkan bahwa Hari Kebaktian Sosial Nasional melambangkan kepatriotan dan semangat perjuangan seluruh rakyat yang pantang menyerah. Ia melambangkan semangat berkorban dan kerelaan menderita bangsa kita demi tegaknya kemerdekaan dan kedaulatan nasional. Ia juga melambangkan kesadaran sosial dan kesadaran nasional yang tinggi dari segenap rakyat, yang dengan segala kekurangan yang mereka derita tetap memperlihatkan kegotongroyongan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial untuk melanjutkan perjuangan bangsa.
Oleh karena itu Kepala Negara mengharapkan agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Hari Kebaktian Sosial Nasional itu hendaknya dapat tetap dipelihara dan jangan dibiarkan hilang oleh akibat sampingan pembangunan masyarakat modern. Sebab, demikian Presiden, pembangunan yang merupakan perjuangan besar untuk meningkatkan mutu hidup kita semua menuju kehidupan baru yang adil dan makmur itu juga menuntut pengabdian dan bahkan pengorbanan-pengorbanan. (AFR)

_____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 619-620. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.