1982-10-18 Jamuan Makan Malam, Presiden Soeharto Singgung Saemaul Undong & Pokji Kukka Korsel

Jamuan Makan Malam, Presiden Soeharto Singgung Saemaul Undong & Pokji Kukka Korsel

SENIN, 18 OKTOBER 1982 Pagi ini Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan dengan Presiden Chun Doo-Hwan di Istana Chong Wa Dae, Seoul. Pembicaraan antara kedua presiden ini berlangsung selama satu jam, dan selanjutnya keduanya bergabung kedalam perundingan yang tengah berlangsung, di ruangan lain istana kepresidenan, antara para pejabat tinggi pemerintahan kedua negara.
Dalam pembicaraan tersebut dicapai kesepakatan untuk memperluas kerjasama bilateral jangka panjang dalam bidang sumber daya alam dan teknik. Disepakati pula untuk menggalakkan perdagangan yang saling menguntungkan kedua negara. Presiden Soeharto dan Presiden Chun Doo-Hwan juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di kawasan Asia Timur Laut dan Asia Tenggara.
Untuk menghormati kunjungan kenegaraan Presiden dan Ibu Soeharto, malam ini Presiden dan Nyonya Chun Doo-Hwan mengadakan jamuan makan malam di istana kepresidenan. Dalam pidatonya, Presiden Soeharto mengatakan bahwa ia mengikuti dengan penuh perhatian pengalaman serta hasil rakyat Korea dalam melaksanakan Saemaul Undong (Gerakan Pedesaan Baru) yang telah mengangkat taraf hidup rakyat banyak. Menurut Presiden, usaha-usaha ini mengingatkannya akan usaha-usaha pembangunan di Indonesia yang juga mencurahkan perhatian yang besar kepada pembangunan pertanian dan pedesaan, yang akan menjadi dasar bagi gerak pembangunan selanjutnya.
Selanjutnya dikatakan Presiden Soeharto bahwa gagasan Presiden Chun untuk menciptakan Pokji Kukka, yaitu suatu negara yang mendambakan kesejahteraan sosial, bergerak kearah ‘yang sama dengan cita-cita pembangunan Indonesia, yakni terwujudnya masyarakat maju,
sejahtera dan berkeadilan sosial berdasarkan kepribadian Indonesia sendiri. Dikatakannya pula bahwa jika Indonesia sedang bergerak kearah pembangunan industri, maka kemajuan-kemajuan industri Korea merupakan sumber pengalaman yang berharga bagi Indonesia. (AFR)

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.