1982-04-24 Presiden Soeharto Resmikan Irigasi Sungai Dareh Sitiung

Presiden Soeharto Resmikan Irigasi Sungai Dareh Sitiung[1]

 SABTU, 24 APRIL 1982 Presiden dan Ibu Soeharto hari ini melakukan kunjungan kerja selama satu hari di Sumatera Barat dan Jambi untuk meresmikan proyek-proyek pembangunan di kedua provinsi itu. Setiba di Sitiung, Sumatera Barat, pagi ini Presiden Soeharto meresmikan pompa dan irigasi Sungai Dareh. Dengan selesainya proyek pompa dan sebagian jaringan irigasi ini, lebih dari 3.000 hektar tanah akan dapat diairi. Apabila proyek ini selesai seluruhnya nanti, maka areal sawah yang akan mampu diairinya adalah 12.000 hektar.

 Dalam amanatnya kepada masyarakat Sitiung, Kepala Negara mengatakan bahwa kita bertekad untuk berswasembada pangan secara nasional agar kita tidak perlu lagi mengimpor pangan yang membutuhkan devisa yang tidak sedikit jumlahnya. Dalam pada itu, usaha untuk meningkatkan pendapatan kaum tani memang harus terus kita lakukan, sebab kaum tani merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Dikatakan oleh Presiden bahwa dengan meningkatnya pendapatan kaum tani, maka akan meningkat pula daya beli bagian terbesar rakyat Indonesia; selanjutnya ini berarti peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Peningkatan ini akan mendorong pula meningkatnya produksi dan jasa di berbagai bidang, sehingga akan memajukan pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja. Oleh karena itu, Presiden menegaskan, usaha untuk meningkatkan produksi pangan benar-benar perlu kita lakukan dengan bersungguh-sungguh dan dengan penuh semangat.

Setelah acara peresmian, Presiden Soeharto berdialog dengan para transmigran Sitiung, baik yang berasal dari Wonogiri maupun transmigran lokal. Dalam dialog itu, Kepala Negara para transmigran supaya berkoperasi dan ber-KUD, sebab dengan berusaha berkelompok, hasil yang diperoleh bisa lebih baik. Dikemukakannya bahwa melalui KUD, pennohonan kredit akan lebih mudah dilayani. Namun diingatkannya agar kredit itu tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan untuk meningkatkan produksi. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 545-546. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.