1981-05-02 Menerima Surat Kepercayaan 3 Dubes Baru, Presiden Soeharto: Perbedaan Sistem Sosial Tidak Bukan Penghalang Hubungan Antar Negara

Menerima Surat Kepercayaan 3 Dubes Baru, Presiden Soeharto: Perbedaan Sistem Sosial Tidak Bukan Penghalang Hubungan Antar Negara[1]

SABTU, 2 MEl 1981 Di Istana Merdeka hari ini, secara terpisah Presiden Soeharto menerima surat-surat kepercayaan dari tiga orang duta besar baru. Mereka adalah Duta Besar Laos, Khampanh Simmalavong, Duta Besar Singapura, Joseph Francis Sonceicao, dan Duta Besar Venezuela,Dr. Jose de Jezuz Osio.

Membalas pidato Duta Besar Khampanh Simmalavong, Kepala Negara mengatakan bahwa dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain, Indonesia selalu berpendapat bahwa perbedaan sistem sosial dan ekonomi yang dianut oleh masing-masing negara tidak perlu menjadi halangan bagi adanya hubungan persahabatan dan kerjasama. Dinyatakan pula keyakinannya bahwa Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Laos akan selalu berusaha untuk mengisi hubungan persahabatan dan kerjasama itu dengan hal-hal nyata demi kepentingan  timbal balik kedua rakyat.

Sementara itu kepada Duta Besar Sonceicao, Presiden mengungkapkan perasaan gembiranya mengenai perkembangan hubungan diantara Indonesia dan Singapura. Dikatakannya bahwa kedua negara secara geografis sangat dekat letaknya. Tetapi kedua negara bukan saja tetangga yang berbatasan, melainkan kedua bangsa kita juga mempunyai ikatan batin yang erat. Dikatakan pula bahwa sebagai tetangga terdekat, Indonesia senantiasa mengikuti perkembangan di Singapura, dan sebagai sesama negara berdaulat, kita saling menghormati segala keputusan yang diambil oleh negara kita masing-masing.

Kepada Duta Besar Osio, Presiden Soeharto menyatakan menyambut baik keinginan Pemerintah Venezuela untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia. Menurut Presiden, hal ini merupakan suatu pertanda bahwa jarak yang demikian jauh antara kedua negara, bukan merupakan rintangan bagi usaha untuk menjalin kerjasama yang saling memberi manfaat.(AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 423. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.